Miris, SMK di Manggarai Masih Numpang SMP, Anggota DPRD NTT Luisa Lana Minta Aksi Nyata Pemerintah
Kupang, Sonaf NTT-News.com. Dunia pendidikan di Manggarai Raya menghadapi kenyataan pahit yang tak kunjung berubah. Meski sudah dibangun sejak tahun 2019, SMK Restorasi di Kabupaten Manggarai hingga kini masih menumpang di gedung SMP untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar.
“Kondisi ini saya temui saat melakukan reses di Kabupaten Manggarai satu pekan sebelumnya” kata Anggota DPRD NTT Luisa RY Lana usai rapat pembahasan KUA PPAS APBD NTT Tahun Anggaran 2026 Provinsi bersama dinas Pendidikan dan Kebudayan NTT, Selasa 29/7/2025.
Politisi dari Partai Hanura menyampaikan, saat melakukan reses di wilayah Manggarai Raya, ia menerima banyak keluhan dari masyarakat dan tenaga pendidik terkait minimnya sarana dan prasarana pendidikan, terutama untuk SMK yang seharusnya menjadi tulang punggung pendidikan vokasi di daerah.
“SMK Restorasi ini dibangun dari tahun 2019, tapi sampai sekarang belum punya gedung sendiri. Kegiatan belajar mengajar masih menumpang di SMP. Ini sangat memprihatinkan,” ungkap Luisa.
Menurutnya, situasi ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan dan kualitas belajar siswa, tetapi juga mencerminkan lemahnya komitmen pemerintah terhadap pembangunan pendidikan di daerah-daerah terpencil.
“Pendidikan adalah kunci kemajuan. Tapi bagaimana kita mau bicara soal mutu, kalau infrastruktur dasar saja diabaikan? Ini bukan hanya soal gedung, ini soal masa depan generasi bangsa,” tegasnya.
Selain pendidikan, Luisa juga menyinggung kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Manggarai yang masih jauh dari kata layak. Banyak ruas jalan provinsi rusak berat, menghambat mobilitas warga dan distribusi barang.
Dalam pernyataannya, Luisa mendesak Pemerintah Provinsi NTT untuk segera mengambil langkah konkret, bukan hanya sekedar menjanjikan perbaikan tanpa kepastian anggaran dan pelaksanaan.
Realita Pahit Dunia Pendidikan Daerah:
SMK Restorasi Manggarai masih menumpang di gedung SMP sejak 2019
Fasilitas penunjang pendidikan minim, menghambat proses belajar-mengajar
Pemerintah dinilai lambat dan tidak responsif terhadap kebutuhan mendesak pendidikan
Luisa RY Lana berharap, suara rakyat dari Manggarai Raya ini bisa segera direspons dengan program nyata yang berpihak pada pendidikan dan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah barat NTT.
