Nasional

OJK Dorong Penguatan Industri Keuangan untuk Majukan Ekonomi Nasional

Jakarta, SonafNTT-News.com. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak stabilitas dan kemajuan industri keuangan nasional. Dalam Dialog Akhir Tahun bersama pelaku industri jasa keuangan di Jakarta, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menekankan bahwa sektor keuangan harus lebih tangguh, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global, Kamis 4/12/2025.

Mahendra menegaskan, industri jasa keuangan bukan hanya dituntut mampu bertahan, tetapi juga harus memimpin perubahan. Ia mengajak seluruh pelaku usaha memperkuat komitmen, memperluas pelayanan, dan memperdalam kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Kebijakan Kunci OJK yang Jadi Sorotan Publik
1. Dukungan pada Pembiayaan UMKM
OJK meluncurkan POJK, yang mewajibkan perbankan dan industri keuangan non-bank meningkatkan pembiayaan kepada UMKM. Langkah ini dipandang publik sebagai “angin segar” bagi pelaku usaha kecil yang selama ini kesulitan mengakses kredit.
OJK menegaskan akan mengawasi ketat rencana bisnis bank, memastikan komitmen untuk mempermudah akses UMKM benar-benar dilaksanakan.
2. Dorongan Besar untuk KPR dan Program 3 Juta Rumah
Untuk mendukung program pembangunan dan renovasi 3 juta rumah pemerintah, OJK memberikan relaksasi bobot risiko ATMR agar penyaluran KPR semakin mudah.
Kebijakan ini diproyeksikan dapat memperluas akses masyarakat, terutama kelas menengah dan muda, terhadap hunian layak.
3. Tegaskan Tidak Ada Larangan Kredit ke Debitur Non-Lancar

Pernyataan Mahendra ini menjadi salah satu highlight yang paling ramai diperbincangkan.
Ia menegaskan kembali bahwa OJK tidak pernah melarang pemberian kredit kepada debitur non-lancar, terutama dengan nominal kecil, dan tidak ada kaitannya dengan SLIK.

4. Akselerasi Digitalisasi Keuangan dengan Keamanan Siber Ketat
OJK mendorong percepatan digitalisasi di seluruh sektor jasa keuangan, tetapi mengingatkan bahwa inovasi harus diimbangi dengan penguatan keamanan siber.
Tujuannya jelas: menjaga kepercayaan publik dan melindungi data konsumen.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara mengapresiasi ide dan masukan dari pelaku industri. Menurutnya, forum seperti ini penting untuk menyelaraskan arah kebijakan dan kebutuhan sektor keuangan yang terus berkembang.

Dialog dua hari tersebut melibatkan berbagai sektor—perbankan, asuransi, dana pensiun, pasar modal, fintech, aset digital, hingga bursa karbon. Setiap sesi membahas penguatan tata kelola, perlindungan konsumen, dan pengawasan perilaku pelaku usaha.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *