Oprit 2 Jembatan Menuju Amfoang Putus, Dinas PUPR NTT Bangun Jalan Darurat

Kupang,  Sonafntt-news.com.  Putusnya oprit untuk melalui Jembatan Termanu di Kecamatan Fatuleu Barat dan oprit Jembatan Kapsali di Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang – NTT akibat banjir pada Bulan Maret 2023 lalu membuat akses lalu lintas kendaraan/barang/manusia ke/dari 4 kecamatan di Amfoang terputus. Namun saat ini akses lalu lintas di jalan provinsi tersebut telah terbuka kembali dengan telah dibangunnya jalan darurat di Kali/Sungai Termanu dan Kapsali.

Demikian dikatakan Kepala Dinas PUPR NTT, Ir. Maxi Nenabu, MT yang dihubungi Tim Media ini melalui pesan WhatsApp/WA pada Jumat (30/6/23).

“Untuk Jembatan Termanu, kami sudah buat jalan darurat lewat bawah (dengan menyebrangi aliran air kali, red). Jembatan Kapsali juga sudah dibuat jalan daruratnya. Saat ini sudah digunakan. Kendaraan sudah melintas,” ujar Nenabu.

Nenabu menjelaskan, oprit (timbunan jalan pendekat jembatan/segmen yang menghubungkan konstruksi perkerasan dengan abudment/penyanggah jembatan, red) Jembatan Termanu dan Jembatan Kapsali putus akibat kikisan banjir saat musim hujan beberapa bulan. Akibatnya akses lalu lintas kendaraan, barang dan manusia ke/dari 4 kecamatan di Amfoang sempat terputus.  

Oleh karena itu, pihaknya membuat jalan darurat untuk sementara agar memperlancar akses lalu lintas kendaraan, barang dan manusia. “Untuk oprit Jembatan Termanu dan Kapsali yang juga putus orbitnya, kami usul untuk perbaikan secara permanen,” kata Nenabu.

Untuk perbaikan oprit pada Jembatan Termanu dan Kapsali, lanjut Nenabu, pihaknya mengusulkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI karena pembangunan kedua jembatan dengan panjang masing-masing sekitar 100 meter tersebut dibiayai dari APBN melalui BPJN NTT. 

Kepala BPJN NTT, Agustinus Junianto yang dikonfirmasi tim media di ruang kerjanya beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya akan mengusulkan kepada Kementerian PUPR RI untuk dilakukan perbaikan secara permanen. “Kami sudah usulkan ke Kementerian PUPR untuk perbaikan oprit jembatan Termanu dan Kapsali yang putus,” ujarnya.

Seperti diberitakan berbagai sebelumnya, oprit Jembatan Termanu dan Kapsali putus akibat diterjang banjir pada Jumat (3/3/23) lalu. Putusnya oprit pada kedua jembatan itu memutus arus lalu lintas kendaraan, barang dan manusia ke/dari 4 kecamatan di Amfoang, Kabupaten Kupang, NTT.

Disaksikan Tim Media ini beberapa waktu lalu, telah ada akses jalan darurat untuk melintasi aliran air kali Jembatan Termanu. Tingginya tebing kali akibat kikisan banjir mempersulit kendaraan untuk menyeberangi kali Termanu. 

Sesuai informasi yang dihimpun dari para masyarakat pengguna jalan, sebelum dibangunnya jalan darurat tersebut, masyarakat pelintas harus membayar uang berkisar Rp 50 ribu hingga 100 ribu rupiah untuk bisa mencapai jembatan Termanu dengan melintasi jembatan kayu darurat yang dibangun masyarakat setempat. 

“Mau tidak mau, kami harus bayar untuk bisa melintas di jembatan termanu. Besarnya tergantung jenis kendaraan. Kalau sepeda motor sekitar Rp 50 ribu. Kalau mobil mulai dari Rp 100 ribu. Tergantung jenis kendaraannya,” ungkap Mery, seorang pengguna jalan.

Ia merasa terbantu dengan dibangunnya jalan darurat oleh Dinas PUPR NTT. “Kami senang karena tidak harus mengeluarkan biaya tambahan yang besar untuk bisa menyebrang,” ujarnya.(SN/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *