Paket Preservasi Jalan Nasional Soe–Kefamenanu–Napan Capai 92 Persen, Jalur Strategis Timor Makin Kuat

Screenshot_20261005-121318_Chrome

Kupang, SonafNTT-News.com — Kabar positif datang dari pembangunan infrastruktur jalan nasional di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Paket Preservasi Jalan Nasional ruas Batas Kota Soe–Kefamenanu–SP Amol–Napan kini menunjukkan progres signifikan dan telah mencapai 92 persen hingga awal Oktober 2026.

 

Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan jalur tersebut sebagai akses utama untuk mobilitas orang dan barang. Dengan progres yang telah mencapai lebih dari 90 persen, pekerjaan preservasi jalan ini ditargetkan dapat diselesaikan paling lambat pada Desember 2026.

 

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi NTT, Fahrudin, ST, mengatakan progres pekerjaan berjalan sesuai rencana. Hal itu disampaikannya saat ditemui wartawan pada Jumat (2/10/2026).

 

“Progresnya sudah mencapai 92 persen dan tersisa pekerjaan minor. Selain itu, adanya dua longsoran juga sudah ditangani dengan baik,” ujar Fahrudin.

 

Menurut Fahrudin, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1, penyedia jasa, serta seluruh tim lapangan yang terus bekerja menyelesaikan pekerjaan sesuai target.

 

Paket preservasi tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp11.483.197.000 dengan masa pelaksanaan selama 331 hari kalender.

 

Ia lanjut menyampaikan, secara fungsional, ruas jalan yang ditangani memiliki panjang sekitar 90 kilometer, membentang dari Batas Kota Soe hingga Kefamenanu dan SP Amol–Napan. 

 

Penanganan dilakukan dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan sehingga hasil preservasi dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat.

 

Jalur Strategis Penghubung Wilayah Timor

Ruas Soe–Kefamenanu–SP Amol–Napan bukan sekadar jalur penghubung antar daerah. Jalan ini merupakan salah satu akses strategis di Pulau Timor yang menghubungkan wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), hingga kawasan perbatasan negara.

 

Keberadaan ruas tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran distribusi logistik, mobilitas masyarakat, pelayanan publik, hingga aktivitas perdagangan antar wilayah .

 

Karena itu, peningkatan kondisi jalan dinilai memiliki arti penting bagi masyarakat dan perekonomian kawasan. Jalan yang semakin andal diharapkan mampu memperlancar arus transportasi sekaligus mendukung aktivitas masyarakat yang bergantung pada konektivitas antardaerah.

 

Dua Titik Longsor Sudah Ditangani

Selain pekerjaan preservasi pada badan jalan, penanganan terhadap dua titik longsoran juga telah dilakukan. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan ruas jalan tetap aman dan dapat berfungsi secara optimal.

 

Dalam kesempatan tersebut,  ia  menambahkan pekerjaan kini memasuki tahap akhir. Sisa pekerjaan minor diharapkan dapat diselesaikan sesuai jadwal dengan tetap memperhatikan standar mutu dan kualitas konstruksi.

 

Fahrudin menegaskan, target penyelesaian bukan hanya mengejar waktu, tetapi juga memastikan kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas.