Pasca Gempa, Menteri PU Dody Hanggodo Beri Atensi Dua Jembatan di Flores, Wae Pesi dan Wae Dampek Jadi Prioritas

WhatsApp-Image-2026-06-04-at-17.52.20-664x885

Kupang, SonafNTT-News.com Upaya memulihkan konektivitas masyarakat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pasca gempa bumi terus dilakukan pemerintah. Infrastruktur jembatan yang mengalami dampak akibat guncangan gempa menjadi salah satu perhatian serius Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Dua jembatan yang mendapat perhatian khusus yakni Jembatan Wae Pesi pada ruas jalan nasional serta Jembatan Wae Dampek di Kabupaten Manggarai Timur yang berada pada ruas jalan provinsi.

Atensi tersebut diberikan langsung oleh Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau kondisi infrastruktur yang terdampak gempa.

Demikiam keterangan Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (P2JN) Provinsi NTT, Andria Muharami Fitra, ST, M.Eng.Sc, kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).

Menurut Andria, perhatian Menteri PU terhadap infrastruktur di NTT menunjukkan bahwa pemulihan akses transportasi pascagempa menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas dan aktivitas masyarakat di Flores.

“Atensi dari Bapak Menteri PU, infrastruktur di NTT sangat tinggi. Yang dikunjungi Bapak Menteri PU yakni Jembatan Wae Pesi beberapa pekan yang lalu,” ujar Andria.

Selain kunjungan Menteri PU, proses pemeriksaan terhadap kondisi Jembatan Wae Pesi juga melibatkan Balai Bioteknik yang merupakan unit kerja di bawah Direktorat Bina Teknik. Tim tersebut datang dari Bandung bersama satuan tugas untuk melakukan pemantauan dan kajian terhadap kondisi jembatan.

Jembatan Wae Pesi Tidak Perlu Diganti

Hasil pemeriksaan di lapangan memberikan kabar yang cukup melegakan. Jembatan Wae Pesi dinilai masih berada dalam kondisi aman sehingga tidak perlu dibongkar dan diganti secara keseluruhan. Namun, sejumlah bagian jembatan tetap membutuhkan rehabilitasi untuk memastikan struktur kembali berada dalam kondisi yang optimal dan aman bagi pengguna jalan.

“Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, menurut mereka jembatan tersebut tidak perlu diganti karena masih dalam kondisi aman, namun harus dilakukan rehabilitasi,” jelas Andria.

Salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam rehabilitasi adalah sistem perletakan jembatan. Bagian ini berfungsi sebagai dudukan antara struktur jembatan dengan beton.

Dalam proses tersebut terdapat bantalan karet yang berfungsi mendukung pergerakan dan distribusi beban pada struktur jembatan.

Bergeser 2 Sentimeter Akibat Gempa

Jembatan Wae Pesi memiliki bentang sekitar 95 meter. Setelah gempa terjadi, struktur jembatan diketahui mengalami pergeseran sekitar 2 sentimeter. Pergeseran tersebut kemudian ditangani dengan melakukan reposisi agar posisi jembatan dapat dikembalikan mendekati kondisi semula.

“Bentangan jembatan 95 meter dan setelah gempa bumi jembatan tersebut bergeser 2 cm. Kami berusaha reposisi ke posisi semula,” kata Andria.

Selain pergeseran struktur, terdapat pula kerusakan pada bagian expansion joint atau sambungan pemuaian jembatan. Bagian tersebut telah diajukan untuk diganti.selaim itu, sejumlah tembok yang mengalami keretakan juga menjadi bagian dari pekerjaan rehabilitasi.

Langkah tersebut dinilai penting karena jembatan merupakan salah satu infrastruktur vital yang menopang mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa antardaerah.

Wae Dampek Juga Jadi Perhatian

Tidak hanya Jembatan Wae Pesi, Menteri PU juga memberikan perhatian terhadap Jembatan Wae Dampek di Kabupaten Manggarai Timur.
Berbeda dengan Wae Pesi yang berada pada ruas jalan nasional, Jembatan Wae Dampek berada di ruas jalan provinsi.

Andria menjelaskan bahwa bagian oprit Jembatan Wae Dampek telah diperbaiki. Selanjutnya, pemerintah merencanakan penanganan permanen untuk memastikan struktur dan tanah di sekitar jembatan kembali stabil.

“Saat ini tahapannya memperkuat struktur tanahnya yang sebelumnya longsor di badan jalan akibat gempa bumi,” jelasnya.

Penanganan ini menjadi penting karena kerusakan pada oprit dan tanah di sekitar jembatan dapat memengaruhi keamanan serta kenyamanan pengguna jalan apabila tidak ditangani secara menyeluruh.

Kejar Pemulihan, Keselamatan Jadi Prioritas

Pasca gempa, pekerjaan pemulihan infrastruktur di Flores tidak hanya berfokus pada membuka kembali akses yang terganggu. Pemerintah juga diwajibkan memastikan bahwa infrastruktur yang telah diperbaiki memiliki kualitas konstruksi yang memadai dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat.

P2JN NTT bersama tim terkait terus melakukan pekerjaan di berbagai titik kerusakan jalan dan jembatan.

Menurut Andria, proses tersebut dilakukan dengan mengedepankan kualitas konstruksi sekaligus keselamatan pengguna jalan.

“Hingga saat ini kami terus kerja untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak dengan kualitas konstruksi, dengan target menjamin keselamatan bagi pengguna jalan,” pungkasnya.

Exit mobile version