daerah

Pemprov NTT Dapat Bantuan 2.000 Unit Rumah Subsidi, Mahasiswa Undana Siap Jadi Motor Penggerak

Kupang, SonafNTT-News.com. Universitas Nusa Cendana siap menjadi salah satu motor penggerak di lapangan untuk mensukseskan bantuan perumahan bersubsidi 2. 000 unit bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang tersebar pada 22 Kabupaten/Kota yang bersumber dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Hal tersebut ditandai dengan partisipasi mahasiswa dalam sosialisasi Sosialisasi Pembangunan Program 3 Juta Rumah melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang digelar secara hibrida, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini menjadi wadah sinergi antara pemerintah pusat, dinas perumahan daerah, pengembang, pelaku UMKM, serta unsur akademisi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Bidang Humas dan Kerjasama Undana, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian PKP, Iryanto Sirait, S.T., M.Si., menjelaskan bahwa mahasiswa dan dosen Undana memiliki potensi besar dalam percepatan penyediaan hunian layak melalui implementasi Klinik Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Menurutnya, Mahasiswa dari program studi Teknik Sipil dan Arsitektur dapat berkontribusi langsung melalui skema magang, kerja praktek, Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Secara nasional, kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan puluhan ribu layanan teknis tahunan, mencakup pembenahan sanitasi, penyediaan air bersih, hingga peningkatan kualitas struktur bangunan.

Potensi perguruan tinggi sangat besar. Undana dan institusi pendidikan lainnya diperkirakan mampu menyumbang ribuan layanan teknis setiap tahun melalui integrasi kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat,” ujar Iryanto.

Legalitas Lahan dan Ekosistem Pembiayaan

Di sisi operasional, Direktur Pembangunan Perumahan Perdesaan, Teddy Paul H. Siagian, S.T., M.T., menegaskan bahwa efektivitas program ini sangat bergantung pada aspek legalitas lahan. Kesesuaian tata ruang wilayah dan terpenuhinya aspek spasial menjadi syarat mutlak sebelum konstruksi dimulai. Kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai kunci agar pembangunan rumah tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran secara regulasi.

Sementara itu, Direktur Pembiayaan Perumahan Perkotaan, Buhari Sirait, memaparkan rincian dukungan finansial pemerintah. Pada tahun 2026, target penyaluran dana mencapai Rp29,541 triliun. Angka tersebut ditargetkan mampu menyentuh 6.213 debitur di sisi penyedia (pengembang) dan 60.122 debitur di sisi permintaan

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *