Penataan Alat Berat Jadi Prioritas, BBWS Nusa Tenggara II Tingkatkan Infrastruktur Pendukung

IMG-20260626-WA0009

Kupang, SonafNTT-News.com. Upaya menjaga aset negara agar tetap berfungsi optimal menjadi salah satu fokus Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II. Melalui penataan fasilitas pendukung dan pembangunan hanggar, BBWS Nusa Tenggara II berupaya memastikan alat-alat berat yang digunakan untuk mendukung pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur sumber daya air dapat terawat dengan baik.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemanfaatan Irigasi Air Tanah, Gozali Mamud, menjelaskan bahwa pengelolaan dan pemeliharaan alat berat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, keberadaan fasilitas penyimpanan yang memadai menjadi bagian penting dalam menjaga umur ekonomis alat sekaligus meningkatkan efektivitas operasional di lapangan.

“Gudang alat berat ada di beberapa lokasi, di antaranya Kayu Putih, Wali Kota, dan Oebobo (Jalan Lalamentik). Tahun ini dilakukan peningkatan pembangunan dengan skala yang lebih baik, termasuk peningkatan bangunan kantor sebagai bagian dari objek pekerjaan,” ujar Gozali kepada wartawan pada Jumat 26/6/2026

Ia mengungkapkan, jumlah alat berat yang dimiliki BBWS Nusa Tenggara II cukup banyak sehingga membutuhkan penataan yang lebih sistematis. Langkah tersebut dinilai penting agar alat-alat berat tidak hanya tersimpan dengan aman, tetapi juga memiliki usia pakai yang lebih panjang dan selalu siap digunakan saat dibutuhkan.

Untuk mendukung program tersebut, BBWS Nusa Tenggara II mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 miliar. Seluruh pekerjaan dilaksanakan secara swakelola, dengan tujuan memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan sekaligus tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Gozali menjelaskan, progres peningkatan pembangunan kantor telah mencapai 100 persen, sedangkan pembangunan hanggar telah mencapai sekitar 60 persen. Keberadaan kantor yang telah ditingkatkan diharapkan mampu menunjang pengawasan terhadap aset dan alat berat secara lebih efektif dan berkesinambungan.

“Tujuan peningkatan pembangunan kantor adalah untuk mendukung pengawasan alat berat secara kontinyu, sehingga pengelolaan aset dapat berjalan lebih optimal,” katanya.

Sementara itu, pembangunan hanggar ditargetkan rampung bulan agustus 2026 (sesuai jadwal) dengan tetap mengutamakan mutu pekerjaan. Gozali menyatakan optimis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.

Ia menegaskan bahwa Penataan alat berat bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan bagian dari strategi pengelolaan aset pemerintah agar lebih efisien, tertata, dan siap mendukung berbagai program pembangunan infrastruktur sumber daya air di wilayah Nusa Tenggara. Dengan fasilitas penyimpanan yang lebih representatif, diharapkan biaya perawatan dapat lebih terkendali, risiko kerusakan alat berkurang, dan produktivitas operasional BBWS Nusa Tenggara II semakin meningkat.