Pentingnya Wawasan Kebangsaan Bagi Generasi Penerus Bangsa

Kupang,sonafntt-news.com.Memiliki pemahaman dan sumber pengetahuan yang baik dan baik benar mengenai suatu hal tertentu termasuk tatanan dan perkembangan kehidupan bangsa serta Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI) merupakan suatu nilai yang sangat berharga yang harus dipegang bahkan dilestarikan oleh generasi penerus bangsa sebagai penggerak utama pembangunan baik di tingkat daerah maupun dalam skala nasional.Generasi penerus bangsa memiliki peran yang sangat besar dalam menjaga pancasila sebagai ideologi negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara yang mengatur sistem kehidupan nasional yang meliputi aspek etika, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan bangsa.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi NTT Drs.Simon Petrus Manu dalam rangka sosialisasi empat pilar kebangsaan yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia di Lantai IV Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang,Rabu, 15/7/2020. Turut hadir dalam kegiatan ini beberapa Anggota MPR RI Ahmad Sukiman, Abraham Paul Liyanto, Rektor Universitas Persatuan Guru 1945 NTT David R.E Selan,SE.,MM dan para guru lingkup Kota Kupang.


Simon Petrus Manu dalam sambutannya mengatakan bahwa Guru memiliki tanggung jawab yang besar untuk memberikan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat termasuk generasi penerus mengenai pentingnya empat pilar kebangsaan sebagai salah satu wujud nyata menjaga dan merawat negara Indonesia yang tercantum melalui UUD 145 dan Bhineka Tungga Ika sebagai semboyan Negara.


Kegiatan ini sebagai salah satu langkah untuk mempertegas, membuka wawasan serta meningkatkan pengetahuan seluruh komponen dan khususnya para guru bahkan generasi bangsa agar lebih lebih memaknai nilai-nilai dasar perjuangan bangsa yang termuat dalam peran dan tugas MPR RI yang harus dijaga dan lestarikan bersama dalam kehidupan sehari sehari. Selain itu, kegiatan ini juga mengajak kita untuk berperan aktif dan lebih peka terhadap situasi dan perkembangan bangsa serta turut memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai membangun hidup bermasyarakat dan bernegara dan menjadikan Bhineka Tungga Ika sebagai nilai dan norma bahkan sebagai landasan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat bangsa agar selalu menjaga dan memperkokoh kesatuan bangsa.

Sosialisasi empat pilar kebangsaan dibuka langsung oleh Anggota MPR RI Ir.Sulisman dalam sambutannya mengatakan bahwa Negara Indonesia kaya akan sumber sumber daya alam dan terdiri dari berbagai suku bangsa dengan karakter serta ciri khas tersendiri. Hal ini harus dijaga, dirawat dalam tatanan kehidupan bangsa melalui sikap dan tindakan nyata menuju bangsa yang kuat dan modern di tengah peradaban bangsa yang kompleks dan kompetitif di segala sektor. Selain itu, yang lebih menarik kita memiliki banyak pulau dengan kekayaan alam yang luar bisa dan hal ini membutuhkan kerja sama seluruh elemen agar selalu berada di garda terdepan mengawal dan menjaga keutuhan NKRI.


Menyikapi situasi dan perkembangan bangsa hingga saat ini, kami sebagai Anggota MPR RI memiliki tanggung jawab yang besar untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat termasuk di NTT melalui Sosialisasi empat pilar kebangsaaan tentang pentingnya landasan penyelenggaran kehidupan masyarakat yang tercantum UUD 1945 dan merujuk pada UU No.14 tahun 2014 dan UU no.42 tahun 2014 yang mengatur tugas dan peran Anggota MPR, DPR,DPD dan DPRD.Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan UU no.6 tahun 2005 tentang dukungan kelancaran pelaksanaan sosialisasi UUD NRI yang dilakukan oleh MPR RI.

Ia menegaskan sering dengan perkembangan zaman hadir banyak persoalan termasuk rendahnya penghayatan dan pengamalan terhadap nilai-nilai agama, pengabaian terhadap kepentingan daerah, tumbuhnya fanatisme kedaerahan. Selain itu kurangnya pemahaman dan penghargaan kebhinekaan dan kemajemukan dan tidak berjalannya penegakan hukum secara optimal.

Sementara menurut Anggota MPR RI sekaligus DPD perwakilan NTT Abraham Paul Liyanto dalam keteranganya mengatakan bahwa MPR RI sebagai salah satu lembaga yang saat ini sejajar dengan DPR,DPD dan DPRD. Dalam kaitan dengan kegiatan ini MPR RI memiliki tugas dan peran untuk mensosialisasikan pancasila sebagai dasar dan ideologi negara UUD 1945 sebagai konstitusi negara dimana dalam ketetapan MPR mengatur dengan jelas mengenai NKRI sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.


Kegiatan ini mengingatkan kembali agar benar-benar memaknai pancasila sebagai landasan dan falsafah negara yang harus dirawat dengan baik karena prasyarat mutlak bagi bangsa indonesia untuk berdiri kokoh dan meraih kemajuan berlandaskan karakter kepribadian bangsa. Selain itu, salah tugas tugas yang harus dilakukan bersama agar keutuhan NKRI tidak goyah dengan situasi dan peradaban bangsa yakni meningkatkan rasa solidaritas antar sesama, saling menghargai dan menghormati perbedaan serta menciptakan suasana yang nyaman dan sehat dalam kehidupan sosial masyarakat dengan mengacu pada aturan yang berlaku. Disamping itu, hal lain yang harus dipahami bersama keberadaan masyarakat yang sangat majemuk, hadirnya potensi dingerasi yang tinggi dan mengharuskan membangun langkah –langkah strategis untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang diwujudkan dalam suatu komitmen guna menjadi semangat nasionalismen dan rasa kebangsaan sebagai bngsa yang bersatu dan berdaulat dalam wilayah NKRI.(MF).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *