Penurunan Angka Stunting Menjadi Prioritas Pembangunan Daerah Tahun 2024

Oelmasi, Sonafntt-news.com. Pemerintah   Kabupaten Kupang terus bergerak melakukan langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan pembangunam daerah  dan salah satunya memprioritaskan  untuk menurunkan angka Stunting dan menjadi prioritas  pembangunan daerah 2024 dengan tujuan menyiapkan generasi yang cerdas dan unggul di segala aspek.

Hal ini disampaikan oleh  Plt. Sekda Kab. Kupang Rima Salean, saat membuka Workshop bersama Camat, Kades, Kapus dan Bidan Desa tentang kebijakan  dan Penganggaran Mendukung Pencegahan Stunting Menggunakan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku melalui Program BISA (Better Investment for Stunting Allevation) di kab. Kupang dari Save The Children dan Nutrition Internasional yang berlangsung di Aula Bupati Kupang pada Kamis, 13 Juli 2023. Turut hadir, para pimpinan OPD terkait salah satunya Kaban Perencanaan Daerah Dikson Selan, para Camat, para Kades, para Kapus, dan Bidan Desa se kabupaten Kupang, juga kades Letmafo Timur dari kabupaten  TTU.

Dalam sambutannya, Rima Salean juga memberikan  beberapa arahan sekaligus penegasan tentang penurunan angka stunting yang masih menjadi prioritas pembangunan daerah tahun 2024, selain pengentasan kemiskinan ekstrem, pengendalian laju inflasi, antisipasi rawan pangan dan pemenuhan layanan dasar. “Karena itu, stunting perlu ditangani dengan serius, lebih tepat sasaran dan berkelanjutan dengan tujuan tidak hanya menurunkan angka stunting melainkan mencegah munculnya kasus baru.”

Rima melanjutkan, angka stunting pada penimbangan Februari berada pada angka 16,18 % atau 4.899 dari total jumlah balita di kab. Kupang 30.271 anak. Angka ini menurun 3,7 % atau 1.219 balita dari tahun 2022. Penurunan ini tentu tidak terlepas dari para pihak terkait penurunan stunting. 

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mengambil bagian dan terlibat secara aktif dalam upaya penanganan stunting di kabupaten Kupang.

Saya berharap, para pimpinan OPD/lembaga Mitra terkait dalam penanganan stunting agar terus meningkatkan upaya konvergensi yang telah dilakukan selama ini dengan menghilangkan ego sektoral karena stunting bukan menjadi tugas dan masalah pemerintah atau sekelompok orang melainkan masalah kita bersama yang harus diselesaikan baik dengan TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat maupun lembaga  non pemerintah yang ada”, ujar Rima Salean. 

Dirinya mengatakan bahwa Pemdes sebagai ujung tombak pemerintahan yang dekat dengan masyarakat diharapkan memahami betul kondisi terkini masyarakat dengan mengenali kondisi aktual kelompok sasaran penanganan stunting yang meliputi remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita. 

 Rima juga  mengajak Pemdes agar mengoptimalkan sumber daya dan potensi yang ada di desa. “Kurangi pembebanan anggaran pada belanja yang bersifat rutinitas dan operasional semata, serta tingkatkan belanja barang/jasa yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehingga target capaian kita dalam RPJMD  untuk penurunan stunting di tahun 2024 menjadi 9,3 % dapat tercapai.”

Atas nama pemerintah  menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pihak Save The Children karena telah melaksanakan kegiatan Workshop hari ini. Semoga mampu memberikan penyegaran bagi kita semua khususnya pemerintah desa dan kecamatan dalam rangka membangun komitmen percepatan penurunan stunting.

Sementara,  Koordinator BISA Distric Coordinator NTT, Devi Taunu, mengatakan bahwa Better Investment for Stunting Alleviation (BISA) adalah paket intervensi terpadu untuk mendukung program Pemerintah Indonesia melalui intervensi gizi-spesifik dan gizi sensitif untuk menurunkan stunting sebagaimana tertuang dalam Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting 2018-2024.

Taunu menerangkan, “yang dilakukan oleh Nutrition Internasional dan Save The Children, sesuai perjanjian kerjasama dengan Pemda yang telah ditandatangani bersama. Untuk wilayah intervensi kami, termasuk didalamnya yakni kabupaten Kupang dan Timor Tengah Utara. Dalam program BISA, kami akan memastikan peningkatan perpaduan, akses layanan, pengelolaan sumber daya dan penerapan kebijakan, hasil yang akan kita capai adalah perilaku masyarakat. Rancangan perdes yang mendukung penanganan stunting di tingkat desa dan anggaran yang berfokus pada perubahan perilaku. Mari bersama kader posyandu dan bidan, sama-sama kita dukung kegiatan ini demi penanganan stunting terintegrasi di kab. Kupang.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *