Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Ende Meningkat 3,09 Persen Pasca Kunjungan Presiden Jokowi

Ende, Sonafntt-news.com.  Pasca kunjungan Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. Joko Widodo (Jokowi) ke Ende tahun 2022, dalam rangka perayaan Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni 2022 lalu, pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Ende mengalami peningkatan signifikan yaitu sebesar 3,09 persen dari tahun sebelumnya (tahun 2021, red) yaitu 2,13 persen. 

Hal ini disampaikan Bupati Ende, Drs, Djafar Achmad saat diwawancarai wartawan tim media ini di ruang kerjanya pada Rabu (05/04/2023).    

“Di tahun 2021 misalnya, laju pertumbuhan ekonomi kabupaten Ende hanya sebesar 2,13 persen. Namun, melejit di tahun  2022. Pada tahun 2022 lalu, pasca kunjungan Presiden Jokowi, laju pertumbuhan ekonomi kabupaten Ende mengalami akselerasi menjadi 3,09 persen,” jelas Bupati Djafar. 

Menurut Bupati Djafar, salah satu faktor  yaitu karena adanya pembiayaan operasional rombongan Presiden Jokowi itu sendiri, yang membawa pundi-pundi rupiah terhadap pelaku ekonomi rumah tangga di Ende. Diantaranya seperti cinderamata, souvenir, biaya penginapan, transportasi charter, dan rumah makan. Sementara  industri rumah tangga yaitu seperti  tenun ikat berupa sarung dan selendang bermotif, yang menjadi sasaran utama belanja rombongan Presiden. Selain itu, adanya peningkatan  jumlah wisatawan domestik dan peningkatan kunjungan  wisatawan mancanegara.

Faktor lain pertumbuhan ekonomi dimaksud, kata Bupati Djafar, yaitu adanya  ribuan penduduk/masyarakat Ende dan masyarakat Kabupaten lain beramai-ramai datang ke Ende, hanya untuk melihat Presiden Jokowi secara langsung.  “Keinginan itu lah yang menuntut mereka harus mengucurkan biaya untuk biaya penginapan dan makan-minum, souvenir  dan lain-lain nya, sehingga pembelanjaan para pelancong ini menjadi rejeki penduduk kabupaten Ende,” bebernya.

Bupati Ende itu kemudian memaparkan data kunjungan wisatawan  ke kabupaten Ende selama tahun 2021 dan tahun 2022. Pada tahun 2021, total wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Ende sebanyak  33.702 orang. Jumlah ini kemudian meningkat menjadi 79.530 orang di tahun 2022 atau meningkat kurang lebih 135,98 persen.

Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Ende, lanjut Djafar, tentu saja membawa dampak pada penambahan penyediaan akomodasi.  Di Tahun 2021,  jumlah akomodasi (hotel/penginapan, red) di Ende hanya sebanyak 54 unit, tetapi jumlah tersebut meningkat menjadi  85 unit di tahun  2022 atau mengalami peningkatan akomodasi sebesar 36,47 persen. Meningkatnya jumlah akomodasi tersebut, diikuti dengan meningkatnya tingkat hunian kamar, sehingga fasilitas kamar dan tempat tidur pun harus disediakan. 

Berdasarkan data Publikasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dalam Angka Tahun 2023, tercatat (pada  tahun 2021) jumlah kamar di penginapan di Kabupaten Ende hanya sebanyak 559 kamar, akan tetapi jumlah kamar Hotel/Penginapan meningkat menjadi 702 kamar di tahun  2022. Hal ini berarti, pada tahun 2022 terjadi  peningkatan sebesar 86 persen. Sedangkan jumlah kamar meningkat dari jumlah 863 unit menjadi 1.132 unit.

Bupati Djafar juga mengungkapkan, bahwa pesona Danau Kelimutu atau Danau Triwarna merupakan salah satu primadona Wisata Alam terbaik untuk Indonesia ataupun Internasional. Berdasarkan data Taman  Nasional Kelimutu (TNK) dari publikasi Ende Dalam Angka 2023, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Danau Kelimutu meningkat pesat di bulan Mei tahun 2022. Di minggu-minggu  terakhir bulan Mei 2022  menjelang kunjungan Presiden Jokowi ke Ende, jumlah pengunjung/wisatawan  ke Danau Kelimutu membludak dengan total pengunjung sebanyak 20.378 orang.

“Semua penginapan di Kota Ende penuh, sampai kamar kos-kos pun juga dijadikan sebagai tempat menginap oleh pelancong yang datang. Karena ingin melihat  langsung  wajah presiden RI. Ketika Jokowi pulang dari Ende, maka kunjungan wisatawan ke danau Kelimutu yaitu pada bulan Juni 2022, mengalami penurunan hingga 8.484 orang saja,” papar Djafar.

Bupati Djafar menjelaskan, bahwa dari data statistik dan data TNK tersebut, ia menyadari bahwa wisatawan pada umumnya lebih tertarik menikmati keindahan Danau Kelimutu, sehingga mereka biasanya menghabiskan waktu berjam –jam di puncak Kelimutu. 

Dari Danau Kelimutu, kata Djafar, para wisatawan (khususnya wisatawan dari luar NTT, red) biasanya langsung melanjutkan perjalanan pulang ke daerah asal melalui Labuan Bajo atau Maumere. “Hal ini  dapat kita lihat pada tingkat hunian kamar hotelnya. Hunian hotel pada tahun 2022 lalu, untuk tamu asing mereka hanya  menginap sekitar 2 sampai 3  hari. Sedangkan tamu domestik hanya hari 1,5 hari saja,” sebutnya.

Bupati Djafar berjanji akan mengadakan event-event yang  menjadi daya tarik dan dapat mengundang wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Ende. Bupati Djafar juga berjanji akan menghadirkan para investor untuk menanamkan modal/sahamnya di kabupaten Ende. Terutama investor yang ingin berinvestasi di sektor industri pengolahan yang memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi, dibanding sektor pertanian. 

Untuk mendatangkan para  investor tersebut, lanjutnya, langkah pertama yang diambil Pemda Kabupaten Ende yaitu menghimbau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan mitranya, agar tidak mempersulit urusan perizinan. Ia menegaskan, bahwa urusan perizinan usaha/investasi harus mudah dan efisien, sehingga dapat menyakinkan para investor untuk berinvestasi di Ende. Terkait investasi dimaksud, Bupati Djafar meyakinkan dan menjamin para investor, bahwa tidak akan terjadi kasus-kasus sengketa tanah/lahan di masa mendatang. 

“Kita hindari hal-hal seperti itu. Jika  ada sengketa tanah, maka investor akan berpikir dua kali untuk membangun pabrik di Ende. Nah, pabrik-pabrik ini tentu akan  menyerap tenaga kerja dari masyarakat/penduduk Ende secara langsung, dan  membuka lapangan pekerjaan, sehingga dengan sendirinya akan menurunkan tingkat pengangguran,” imbuhnya. (SN.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *