Plt. Dirjen Cipta Karya Tinjau Kesiapan SPAM Benteng Kobema, Siap Layani 190 Ribu Warga

Screenshot_20260702-134126_Instagram

Bengkulu, SonafNTT-News.com. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum terus memastikan infrastruktur air minum berjalan optimal sebelum benar-benar dimanfaatkan masyarakat. Plt. Direktur Jenderal Cipta Karya, Chandra R. P. Situmorang, melakukan peninjauan langsung kesiapan operasional Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Benteng Kobema di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lubuk Puar, Kabupaten Bengkulu Tengah, Minggu (28/06/2026).

 

Berdasarkan informasi yang diterima, Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh sistem siap beroperasi dan mampu melayani kebutuhan air bersih secara maksimal bagi masyarakat di tiga wilayah, yakni Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, dan Kabupaten Seluma

 

SPAM Benteng Kobema sendiri memiliki kapasitas besar, yakni 400 liter per detik, dengan potensi layanan mencapai 38.014 sambungan rumah (SR) atau setara lebih dari 190 ribu jiwa. Infrastruktur ini menjadi salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan air minum yang layak, aman, dan berkelanjutan.

 

 

Dalam peninjauannya, Chandra menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti pada tahap konstruksi semata. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan operasional agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Infrastruktur yang sudah dibangun harus mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegas Chandra.

 

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan SPAM tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pengelolaan dan pemeliharaan yang berkelanjutan. Menurutnya, peran pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Bengkulu, menjadi kunci agar fasilitas ini dapat terus beroperasi secara optimal.

 

Ke depan, SPAM Benteng Kobema diharapkan menjadi tulang punggung layanan air minum di wilayah Bengkulu dan sekitarnya. Dengan kapasitas yang besar, sistem ini diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengurangi ketergantungan pada sumber air tidak layak, serta memperkuat ketahanan layanan dasar di daerah.

 

 

“Semakin optimal infrastruktur dimanfaatkan, semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati akses air minum yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujarnya