PPK 1.2 BPJN NTT Pacu Kualitas Jalan dan Jembatan di Rote–Sabu, Progres Fisik Tembus 65,15%
Kupang, Sonaf NTT-News.com. Komitmen kuat terhadap kualitas infrastruktur jalan dan jembatan terus ditunjukkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur melalui PPK 1.2. Hingga awal Agustus 2025, progres fisik penanganan jalan nasional di Kabupaten Rote Ndao dan Sabu Raijua telah mencapai 65,15%, melebihi capaian realisasi keuangan yang baru menyentuh 59,92% dari total pagu anggaran sebesar Rp8.090.825.000, atu 8, 09 M.
Hal ini di sampaikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 BPJN NTT Audrian Ramanta Herdy, ST, MSc, saat di temui awak media di ruang kerjanya, selasa 5/8/2025.
Kondisi ini menunjukkan tren positif di lapangan, di mana pekerjaan fisik berjalan lebih cepat dibandingkan penyerapan anggaran, dengan selisih progres mencapai 5,22%. “Ini menandakan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana dan tetap mengedepankan kualitas,” ungkap PPK 1.2. BPJN NTT
Empat Paket Swakelola, Libatkan Masyarakat Lokal
Seluruh pekerjaan pada ruas jalan nasional Rote–Sabu tahun ini dilaksanakan melalui mekanisme swakelola, tanpa kontraktual, sebagai upaya memberdayakan masyarakat lokal. Ada empat paket pekerjaan yang mencakup:
Kabupaten Rote Ndao:
pekerjaan di Kabupaten Rote Ndao terdapat dua paket swakelola, yakni preservasi Jalan Papela–Simpang Olafuliha–Pantai Baru dan Simpang Olabaha, dengan kegiatan berupa pelapisan (pacing) menggunakan aspal panas, yang dialokasikan anggaran sebesar Rp2.334.455.000.
Sementara itu, pekerjaan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan juga dilakukan secara swakelola, dengan penanganan sepanjang 22,97 kilometer jalan dan 254,90 meter jembatan, yang setara dengan 17 unit jembatan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp2.542.502.000.
Audrian Ramanta Herdy juga menyampaikan bahwa orientasi utama pelaksanaan proyek bukan hanya pada serapan anggaran, tetapi lebih pada daya tahan dan kebermanfaatan infrastruktur. Pekerjaan mencakup: Pembersihan dan pengendalian tanaman liar di bahu jalan dan saluran drainase,Packing lubang jalan dengan aspal panas untuk kenyamanan lalu lintas,Perbaikan struktur batu pada bangunan pelengkap jalan yang rusak.
“Prinsip kami sederhana: jaga kualitas, libatkan warga, dan pastikan hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” umgkapnya
Kabupaten Sabu Raijua:
Untuk Kabupaten Sabu Raijua terdapat dua kegiatan, yakni preservasi Jalan Polo–Basaba–Mesara sepanjang 14,7 kilometer dengan alokasi anggaran sebesar Rp1.082.371.000. Paket pekerjaan kedua adalah pemeliharaan rutin jalan dan jembatan di ruas Polo–Mesara, yang mencakup penanganan sepanjang 30 kilometer jalan dan 294,10 meter jembatan.
‘Jadi, kami menangani 10 unit jembatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp2.131.497.000,’ ujarnya.”
Menurutnya, semua kegiatan tersebut berjalan dengan pengawasan ketat, teknis lapangan yang presisi, dan semangat kolaboratif bersama masyarakat.
Ia menegaskan bahwa jumlah pekerjaan di Kabupaten Rote Ndao dan Sabu Raijua sebanyak empat paket, dengan total anggaran sebesar Rp8.090.825.000.
