Prestasi Mendunia, Mahasiswa Undana Kantongi Hibah Riset Rp31,5 Juta dari The Explorers Club
Kupang, SonafNTT-News.com. Mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Fernando Pelile Tolok, mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP), berhasil meraih Rising Explorer Grant 2026 dari organisasi penjelajah dunia bergengsi, The Explorers Club yang berbasis di New York, Amerika Serikat.
Melalui hibah ini, Fernando memperoleh pendanaan sebesar USD 2.000 atau sekitar Rp31,5 juta untuk menjalankan riset yang berfokus pada perlindungan budidaya rumput laut di Kabupaten Kupang. Penelitian tersebut akan memetakan tingkat polusi pesisir sekaligus mengidentifikasi lokasi budidaya yang lebih aman dari ancaman penyakit ice-ice, yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama bagi para pembudidaya rumput laut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Humas Undana, (minggu 7/3/2026) Riset ini memberikan edukasi dan Manfaat bagi para petani rumput laut di Nusa Tenggara Timur untuk mengatasi Penyakit ice-ice selama menjadi problem menurunkan kualitas dan volume produksi secara drastis.
Penelitian Fernando yang bertajuk “Protecting Seaweed Cultivation in Kupang Regency, Indonesia : Mapping Coastal Pollution and Determining Suitable Cultivation Locations to Reduce Ice-Ice Disease” hadir untuk memberikan solusi berbasis data spasial.
Fernando akan melakukan pemetaan tingkat pencemaran serta analisis kesesuaian lahan guna mengidentifikasi titik koordinat yang paling optimal bagi pertumbuhan rumput laut. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem budidaya yang berkelanjutan dan meminimalisir kerugian ekonomi bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Kupang.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari bimbingan intensif Muhamad Farhan, S.Kel., M.Si., dosen FPKP Undana yang konsisten mendorong mahasiswanya untuk berkompetisi di kancah internasional. Muh Farhan menekankan bahwa kemenangan ini membuktikan bahwa kualitas proposal riset mahasiswa Undana mampu bersaing dengan peneliti muda dari berbagai belahan dunia.
“Program Rising Explorer Grant sangat selektif. Capaian ini bukan hanya soal dana penelitian, tetapi juga akses jejaring. Fernando kini resmi menjadi bagian dari komunitas ilmuwan dan eksplorator global yang tergabung dalam The Explorers Club,” jelas Farhan.
FPKP Undana menyambut hangat prestasi ini sebagai momentum untuk memperkuat budaya riset di lingkungan kampus. Keterlibatan mahasiswa dalam hibah internasional menunjukkan bahwa inovasi lokal dari NTT memiliki relevansi global yang tinggi, terutama dalam isu pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.
Dengan bergabungnya Fernando dalam jaringan ilmuwan internasional, Undana berharap akan tercipta lebih banyak kolaborasi lintas negara di masa depan.
