Manggarai,SonafNTT-News.com . Komitmen pemerintah dalam menjaga kemantapan jalan nasional di Pulau Flores terus diwujudkan melalui percepatan pekerjaan preservasi Jalan Nasional pada ruas Ruteng–Reo Kedindi dan Ruteng KM 210. Hingga awal Juli 2026, progres fisik proyek telah mencapai 79 persen, menunjukkan pelaksanaan pekerjaan yang berjalan sesuai target meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca dengan curah hujan yang cukup tinggi.
Proyek yang dikelola Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3, Nur Indah Indriani, ST, MM, M.Si, memiliki nilai kontrak sekitar Rp 33 miliar dengan cakupan penanganan sepanjang 54 kilometer. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kualitas layanan jalan nasional sebagai urat nadi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan konektivitas antardaerah di Kabupaten Manggarai.
Saat ditemui wartawan pada Jumat (3/7/2026), Nur Indah Indriani menjelaskan bahwa pekerjaan preservasi tidak hanya berfokus pada pelapisan ulang jalan, tetapi mencakup berbagai bentuk penanganan yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Pekerjaan meliputi pemeliharaan rutin sesuai kondisi jalan, rehabilitasi mayor dan minor, rehabilitasi jembatan, penanganan longsoran, perbaikan bahu jalan, penutupan lubang, hingga pekerjaan overlay pada beberapa segmen yang membutuhkan peningkatan kualitas perkerasan,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan menjaga kemantapan jalan nasional agar tetap aman, nyaman, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Selain penanganan badan jalan, proyek juga mencakup rehabilitasi dua jembatan strategis, yakni Jembatan Wesi pada ruas Ruteng–Reo Kedindi dan Jembatan Weroke pada ruas Ruteng KM 210. Lingkup pekerjaan meliputi pembersihan sedimentasi, penggantian bantalan jembatan (bearing), elastomer, serta komponen lain yang diperlukan untuk meningkatkan keselamatan dan memperpanjang usia layanan infrastruktur tersebut.
Nur Indah mengakui bahwa kondisi geografis Manggarai dengan intensitas hujan yang tinggi menjadi salah satu tantangan utama selama pelaksanaan pekerjaan. Namun, koordinasi yang baik antara tim pengawas, penyedia jasa, dan seluruh pihak terkait membuat pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana.
“Kami tetap optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada 31 Desember 2026. Pengendalian mutu menjadi perhatian utama agar hasil pekerjaan benar-benar memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Pelaksanaan proyek dilakukan oleh PT Flores Konsdsindu Utama dengan menerapkan sistem pengawasan yang ketat pada setiap tahapan pekerjaan. Mulai dari pemeriksaan material, pengujian mutu konstruksi, hingga evaluasi berkala di lapangan dilakukan untuk memastikan kualitas hasil pekerjaan tetap terjaga.
Komitmen terhadap kualitas menjadi aspek penting dalam setiap pekerjaan preservasi jalan nasional. Infrastruktur yang dibangun dengan standar mutu yang baik tidak hanya memperpanjang umur layanan jalan, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan, menekan biaya pemeliharaan di masa mendatang, serta memperlancar arus transportasi orang dan barang.
Penyelesaian proyek ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Manggarai dan wilayah sekitarnya. Jalan nasional yang lebih mantap akan mempercepat mobilitas masyarakat, mendukung distribusi hasil pertanian dan perikanan, memperlancar akses menuju pusat-pusat pelayanan publik, serta memperkuat konektivitas menuju berbagai destinasi wisata di Pulau Flores.
Ia menegaskan bahwa dengan progres yang telah mencapai 79 persen, proyek preservasi Jalan Nasional Ruteng–Reo Kedindi dan Ruteng KM 210 menjadi salah satu contoh upaya menjaga kualitas infrastruktur melalui pekerjaan yang terencana, pengawasan yang konsisten, dan pengendalian mutu yang ketat. Keberhasilan penyelesaiannya diharapkan semakin memperkuat jaringan jalan nasional sebagai fondasi pembangunan ekonomi dan pemerataan konektivitas di Nusa Tenggara Timur.
