Progres 98%, Penanganan Longsor di Taman Nasional Manupeu Tana Daru Hampir Tuntas
Kupang, SonafNTT-News.com. Upaya penanganan longsoran di kawasan Taman Nasional Manupeu Tana Daru, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), memasuki fase akhir. Hingga awal November 2025, progres fisik penanganan telah mencapai 98 persen, menandakan pekerjaan konstruksi besar di jalur nasional Waikabubak–Batas Kabupaten Sumba Timur segera rampung dan kembali dapat dilalui secara optimal.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Provinsi NTT, Frumensia Sylvia, mengungkapkan bahwa penanganan longsor sepanjang 200 meter ini membutuhkan pendekatan konstruksi yang tidak hanya kuat, tetapi juga tetap memperhatikan kelestarian kawasan taman nasional.
Serangkaian metode konstruksi diterapkan, di antaranya: Dinding Penahan Tanah (DPT) beton FC 30 di sisi tepi badan jalan, DPT beton bertulang pada lereng dengan kerentanan tinggi, Matras perkuatan lereng dengan vegetasi untuk mereduksi erosi dan memperkuat struktur tanah, dan Penataan ulang kontur lereng agar lebih stabil pada musim hujan.
Anggaran Rp9,8 Miliar untuk Perlindungan Jangka Panjang
Tak kurang dari Rp9,8 miliar digelontorkan dalam penanganan longsoran ini. Dana tersebut tidak hanya digunakan untuk memperbaiki kerusakan saat ini, tetapi juga untuk memastikan perlindungan jangka panjang dari ancaman longsor yang kerap muncul saat intensitas hujan meningkat.
Pencapaian 98 persen menunjukkan percepatan signifikan, terutama mengingat lokasi berada di area taman nasional yang memiliki tantangan teknis dan akses tersendiri.
Masyarakat Sumba Barat dan pengguna jalur nasional tersebut menyambut kabar ini dengan antusias. Ruas jalan Waikabubak–Sumba Timur merupakan jalur penting yang: menghubungkan pusat ekonomi, menjadi akses menuju objek wisata, serta menghubungkan permukiman antar-kabupaten.
Kondisi jalan yang kembali aman akan memperlancar arus logistik, mobilitas harian, maupun sektor pariwisata.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Proyek penanganan longsor ini digarap oleh PT Mitra Waikabubak selaku kontraktor pelaksana dalam paket Preservasi Jalan Nasional. Selain penanganan longsoran, juga menangani: pengaspalan ulang, pemeliharaan rutin jaringan jalan, dan pekerjaan holding pada titik-titik rawan.
Dengan progres yang tinggal 2 persen menuju rampung, pihak kontraktor memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target.
