Kupang, SonafNTT-News.com. — Upaya mempercepat penanganan infrastruktur jalan nasional di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, terus digenjot. Hingga akhir September 2026, progres sejumlah pekerjaan preservasi jalan yang ditangani Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (P2JN) Provinsi NTT dilaporkan telah mencapai 90 persen.
Kepala Satker P2JN Provinsi NTT, Fahrudin, ST., saat ditemui media pada Rabu (30/9/2026), mengatakan percepatan pekerjaan terus dilakukan untuk memastikan sejumlah ruas jalan nasional dapat diselesaikan sesuai target kontrak.
Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian berada di Pulau Alor, meliputi ruas Kalabahi–Taramana–Maritaing, Taramana–Lantoka–Maritaing, serta Kalabahi Junction–Mali.
Fahrudin menjelaskan, Paket preservasi tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp6,189 miliar, dengan progres pekerjaan saat ini telah mencapai sekitar 90 persen.
“Panjang jalan preservasi yang ditangani rata-rata 100 kilometer dan kami optimistis pekerjaan jalan di P2JN rata-rata minggu kedua bulan Desember sudah selesai karena kontrak akan berakhir 31 Desember 2026,” ujar Fahrudin.
Menurutnya, Target tersebut menjadi penting mengingat kualitas dan ketepatan waktu pembangunan infrastruktur jalan nasional memiliki dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Jalan yang baik tidak hanya memperlancar mobilitas kendaraan, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap berbagai sektor pelayanan dan ekonomi.
Selain pekerjaan preservasi jalan, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Alor juga mencakup sejumlah paket pada ruas Bukapiting–Apui. Terdapat dua paket pekerjaan dengan panjang masing-masing sekitar 2,5 kilometer dan nilai anggaran sekitar Rp12,8 miliar per paket progresnya sudah signifikan
Sementara itu, untuk pembangunan Jembatan Fung Afeng II, nilai kontraknya mencapai sekitar Rp5,3 miliar dengan masa pelaksanaan sekitar 180 hari. Pekerjaan jembatan tersebut telah dilakukan Provisional Hand Over (PHO) sesuai ketentuan pekerjaan konstruksi jembatan yang berlaku.
Penyedia jasa pekerjaan preservasi jalan tersebut, Direktur CV Pilar Indah, Fuat Kikitan, turut menjadi bagian dari pelaksanaan pekerjaan infrastruktur yang ditargetkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kualitas Pekerjaan Jadi Prioritas
Fahrudin menegaskan bahwa kualitas pekerjaan konstruksi jalan harus menjadi prioritas agar pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Sambungnya, Infrastruktur jalan yang berkualitas diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat.
Dampaknya pun tidak terbatas pada sektor transportasi. Akses jalan yang semakin baik dapat mendukung berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, peternakan, pertanian, perikanan dan kelautan hingga pariwisata.
Target Rampung Sebelum Tutup Tahun
Dengan progres yang telah mencapai 90 persen, P2JN NTT optimis pekerjaan preservasi jalan tersebut dapat memasuki tahap penyelesaian pada minggu kedua Desember 2026, atau sebelum kontrak berakhir pada 31 Desember 2026.












