Ekonomi & Bisnis

PT. ASP Kupang Perkuat Dominasi Telur Lokal NTT, Permintaan Naik Tajam hingga Februari 2026

Kupang, SonafNTT-News.com. PT Agrosari Sukses Persada (ASP) Kupang kian menegaskan posisinya sebagai tulang punggung produksi telur ayam lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah lonjakan permintaan sejak Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Februari 2026, perusahaan peternakan ayam petelur ini justru kewalahan memenuhi kebutuhan pasar, meski produksi harian telah menyentuh angka 4,6–5 ton atau sekitar 72.000–80.000 butir telur per hari.

Manajer PT ASP Kupang, Endi Isnarno, mengungkapkan bahwa peningkatan permintaan terjadi hampir di seluruh lini pasar, mulai dari distributor, konsumen langsung, hingga program strategis pemerintah seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut membuat sebagian pemesan harus menunggu hingga dua sampai tiga hari demi mendapatkan pasokan telur.

“Permintaan naik cukup tajam sejak Nataru sampai sekarang. Produksi kami belum mampu mengejar kebutuhan pasar,” ujar Endi, Senin (9/2/2026).

Dilansir dari Teropong News com, Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa telur produksi lokal NTT semakin dipercaya masyarakat. Beroperasi sejak 2019 di Desa Tesabela, Kecamatan Kupang Barat, PT ASP Kupang kini mengelola sekitar 100.000 ekor ayam petelur. Namun, kapasitas tersebut baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan telur di wilayah Kupang, sementara sisanya masih bergantung pada pasokan dari luar pulau, khususnya Jawa.

Untuk menjawab tantangan itu, PT ASP Kupang tidak hanya mengandalkan produksi mandiri. Perusahaan aktif membangun skema kemitraan dengan peternak lokal di berbagai daerah seperti Sumba, Flores, Alor, dan Atambua. Langkah ini dinilai strategis, tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal.

Upaya penguatan industri peternakan lokal ini turut mendapat dukungan Pemerintah Provinsi NTT. Bahkan, PT ASP Kupang didorong untuk menembus pasar ekspor. Saat ini, telur produksi Kupang telah berhasil masuk ke pasar Timor Leste dan direncanakan berlanjut secara kontinyu.

Dari sisi kualitas, PT ASP Kupang menerapkan standar ketat setara ekspor, mulai dari keamanan pangan hingga sertifikasi halal. Keunggulan telur yang lebih segar karena diproduksi langsung di Kupang menjadi nilai jual utama, baik di pasar domestik maupun internasional.

Di tengah tingginya permintaan, perusahaan tetap menjaga mekanisme harga dengan sistem pembaruan harian. Telur dijual seharga Rp380.000 per ikat berisi 180 butir, dengan pembelian minimal satu ikat. Distributor masih menjadi prioritas utama, di samping dukungan terhadap dapur MBG melalui skema yang tengah disiapkan bersama koperasi Merah Putih.

Lonjakan permintaan yang belum sepenuhnya terjawab ini sekaligus menjadi cermin besarnya peluang pengembangan telur lokal di NTT. PT ASP Kupang bukan hanya memperkuat dominasinya di pasar, tetapi juga memainkan peran strategis dalam mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah serta mendorong kemandirian pangan di wilayah NTT.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *