Pulihkan Infrastruktur Pascagempa NTT, Wamen PU Diana: 20 Ruas Jalan dan 14 Jembatan Sudah Berfungsi 100 Persen

Screenshot_20261006-184043_Instagram

Flores, SonafNTT-News.com – Upaya pemulihan infrastruktur pascagempa di Nusa Tenggara Timur terus dikebut. Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti bersama Tim Pengawas Penanganan Bencana DPR RI dan perwakilan kementerian/lembaga turun langsung memantau kondisi infrastruktur terdampak bencana di Kabupaten Nagekeo, NTT, pada 1–2 Oktober 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pengawasan langsung terhadap proses pemulihan berbagai infrastruktur vital yang menopang aktivitas dan kebutuhan dasar masyarakat. Infrastruktur yang dipantau mencakup jalan, jembatan, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), bendungan, jaringan irigasi, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, hingga tempat peribadatan.

Berdasarkan informasi di lapangan, Kunjungan Wamen PU Diana bersama Tim Pengawas Penanganan Bencana DPR RI dan kementerian/lembaga ke NTT menjadi momentum untuk melihat langsung perkembangan pemulihan sekaligus memastikan pembangunan ke depan semakin memperhatikan aspek keselamatan, ketahanan, dan kebutuhan masyarakat.

Wamen PU Diana Kusumastuti menyampaikan bahwa hingga 30 September 2026, progres pemulihan menunjukkan perkembangan signifikan. Sebanyak 20 ruas jalan, 14 jembatan, dan 3 duiker yang terdampak gempa telah kembali 100 persen fungsional.

Capaian tersebut menjadi kabar penting bagi masyarakat karena akses jalan dan jembatan merupakan infrastruktur vital dalam memperlancar mobilitas warga, distribusi logistik, pelayanan publik, serta aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.

Tidak berhenti pada pemulihan konektivitas, pemerintah juga memberikan dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat. Sebanyak 131 unit sarana dan prasarana telah didistribusikan, di antaranya mobil tangki air, hidran umum, toilet portable, dan dump truck.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan pasca bencana tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar selama proses pemulihan berlangsung.

Pemulihan Harus Jadi Momentum Bangun Infrastruktur Lebih Tangguh

Diana menegaskan bahwa proses pemulihan pasca bencana harus menjadi momentum untuk memperkuat penerapan standar konstruksi tahan gempa.

Menurutnya, pengalaman menghadapi bencana harus menjadi bagian dari evaluasi pembangunan ke depan, termasuk dengan mengintegrasikan aspek mitigasi risiko bencana ke dalam tata ruang.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur tidak hanya mengejar kecepatan pemulihan, tetapi juga diarahkan agar lebih siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Menurutnya, Pendekatan tersebut menjadi penting bagi wilayah NTT yang memiliki kerentanan terhadap berbagai risiko bencana. Infrastruktur yang dibangun kembali diharapkan tidak sekadar menggantikan bangunan yang rusak, tetapi memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap ancaman serupa.

Dari Infrastruktur Pasca Gempa hingga Potensi Bambu NTT

Dalam rangkaian kunjungan, Wamen PU Diana juga meninjau pengolahan bambu di Kabupaten Manggarai Barat.

Menariknya, material lokal tersebut telah dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai guna, mulai dari furnitur, komponen arsitektur, teh, hingga sepeda bambu.

Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Diana. Ia menyampaikan bahwa kebutuhan pengujian material bambu, seperti uji tarik, uji tekan, uji bakar, dan pengujian lainnya, dapat dikoordinasikan melalui Balai atau Bina Teknik.

Pengujian tersebut penting untuk memastikan material lokal memiliki standar dan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan ketika digunakan dalam berbagai kebutuhan konstruksi maupun produk lainnya.

NTT Tak Hanya Bangkit, tetapi Didorong Semakin Tangguh

Pemulihan pasca gempa di NTT memperlihatkan bahwa proses rehabilitasi tidak berhenti ketika jalan dan jembatan kembali dapat digunakan.

Ia menegaskan bahwa dengan pulihnya 20 ruas jalan, 14 jembatan, dan 3 duiker, pemerintah kini menghadapi tantangan berikutnya, yakni memastikan pembangunan kembali mampu memperkuat ketahanan wilayah terhadap risiko bencana.Di sisi lain, potensi material lokal seperti bambu juga membuka ruang bagi pengembangan inovasi berbasis sumber daya daerah.

Kunjungan Wamen PU Diana bersama Tim Pengawas Penanganan Bencana DPR RI dan kementerian/lembaga ke NTT menjadi momentum untuk melihat langsung perkembangan pemulihan sekaligus memastikan pembangunan ke depan semakin memperhatikan aspek keselamatan, ketahanan, dan kebutuhan masyarakat.

Exit mobile version