Kupang, SonafNTT-News.com – Komitmen menghadirkan akses listrik bagi seluruh masyarakat terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur. Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Wulla, menargetkan seluruh wilayah SBD dapat menikmati akses listrik sebelum akhir masa jabatannya pada 2030.
Di tengah capaian elektrifikasi yang disebut baru mencapai 85 persen, masih terdapat sekitar 15 persen warga yang belum mendapatkan akses listrik. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus pekerjaan penting yang harus diperjuangkan pemerintah daerah bersama PT PLN agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.
Untuk mempercepat pemerataan akses listrik tersebut, Pemkab SBD menyiapkan langkah bertahap melalui bantuan meteran listrik gratis bagi masyarakat, sementara pengembangan jaringan kelistrikan menjadi bagian yang perlu diperkuat bersama PLN.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Ratu Wulla usai mengikuti pelantikan Komisaris Independen Bank NTT di Lantai IV Kantor Gubernur, Senin (26/10/2026).
“Komitmen saya sebagai Bupati Sumba Barat Daya, sebelum akhir masa jabatan di tahun 2030, seluruh Sumba Barat Daya sudah menyala. Untuk mewujudkan hal tersebut, harus ada komitmen bersama antara pemerintah dan PT PLN,” ujarnya.
Ribuan Meteran Gratis Jadi Langkah Percepatan
Bukan sekadar target, upaya memperluas akses listrik juga diarahkan melalui program bantuan meteran gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ratu Wulla menjelaskan, pemerintah daerah telah menjalankan program bantuan meteran listrik secara bertahap. Pada tahun sebelumnya, Pemkab SBD memberikan 1.800 meteran listrik gratis. Sementara pada 2026, pemerintah daerah mengalokasikan 2.070 meteran dan menambahkan 885 meteran melalui perubahan anggaran.
Memasuki 2027, Ratu Wulla memastikan pemerintah daerah akan menambah kuota bantuan menjadi 3.000 meteran listrik gratis.
Baginya, Penambahan kuota tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang belum memiliki akses listrik, terutama keluarga yang membutuhkan dukungan pemerintah untuk menikmati layanan kelistrikan di rumah mereka.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pemerintah dan PLN Harus Berjalan Bersama
Ratu Wulla menegaskan, mewujudkan SBD terang 100 persen tidak dapat hanya mengandalkan bantuan meteran listrik. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan PT PLN, terutama dalam memperluas jaringan listrik hingga ke wilayah yang belum terjangkau.
Dalam skema tersebut, pemerintah daerah berperan melalui dukungan bantuan meteran listrik gratis, sedangkan perluasan dan peningkatan jaringan kelistrikan membutuhkan dukungan serta perencanaan bersama dengan PLN.
Karena itu, koordinasi kedua pihak menjadi penting agar bantuan yang diberikan dapat berjalan seiring dengan kesiapan jaringan dan ketersediaan layanan listrik di wilayah sasaran.
Ia lebih lanjut menyampaikan tantangan geografis, kebutuhan infrastruktur, serta pemerataan jaringan perlu menjadi perhatian agar masyarakat yang belum menikmati listrik tidak tertinggal dari proses pembangunan.
SBD Terang 2030, Harapan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Akses listrik bukan hanya tentang penerangan di malam hari. Kehadiran listrik juga dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha rumahan, meningkatkan produktivitas, mendukung kegiatan pendidikan, serta memperluas akses terhadap teknologi dan informasi.
Baginya, di wilayah yang belum terjangkau listrik, pemerataan layanan kelistrikan menjadi kebutuhan mendasar yang dapat menunjang aktivitas sehari-hari sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Ia menegaskan bahwa dengan target seluruh Sumba Barat Daya menyala pada 2030, tantangan ke depan adalah memastikan program bantuan meteran listrik berjalan tepat sasaran dan didukung perluasan jaringan yang memadai sedangkan Rencana penambahan 3.000 meteran listrik gratis pada 2027 menjadi salah satu langkah yang disiapkan Pemkab SBD untuk mendorong percepatan tersebut.
“realisasi target SBD terang 2030 membutuhkan kesinambungan program, kesiapan infrastruktur, serta komitmen bersama antara pemerintah daerah, PLN, dan seluruh pemangku kepentingan” ujarnya
Ia berharap dengan pemerataan akses listrik tidak hanya menghadirkan penerangan bagi rumah-rumah warga, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Sumba Barat Daya.












