daerah

Ruas Jalan Kupang–TTS Dipreservasi, BPJN NTT Fokus Keamanan dan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Kupang, SonafNTT-News.com. Komitmen peningkatan infrastruktur kembali ditegaskan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT (BPJN NTT). Tahun Anggaran 2026, ruas strategis Kupang–Timor Tengah Selatan (TTS) resmi dipreservasi dengan nilai kontrak mencapai Rp11 miliar, guna memastikan jalan tetap mantap, aman, dan menunjang laju ekonomi masyarakat.

Kepala BPJN NTT melalui PPK 1.1, Paul Hugo Zakarias, ST, MT, menjelaskan bahwa pekerjaan preservasi sudah berkontrak dan siap dilaksanakan. Titik awal pekerjaan preservasi dari kawasan industri Bolok, Kabupaten Kupang, jumat 27/2/2026.

Paul Hugo Zakarias menguraikan, Wilayah ini secara administratif berada di Desa Bolok dan Desa Kuenheum, Kecamatan Kupang Barat. Kawasan tersebut bukan hanya menjadi pusat aktivitas industri, tetapi juga jalur strategis yang menghubungkan masyarakat dengan akses penting lainnya.

Dari Bolok, ruas jalan ini terintegrasi langsung dengan jaringan jalan nasional menuju arah Tenau atau Pelabuhan Bolok. Jalur tersebut setiap hari dilalui kendaraan logistik, angkutan barang, hingga masyarakat yang beraktivitas menuju dan dari pusat Kota Kupang.

Selain itu, pekerjaan preservasi juga menghubungkan wilayah pangkalan utama TNI Angkatan Laut (Lantamal VII), Jalan Adisucipto Penfui Kupang, hingga kawasan Bimoku (Kelurahan Lasiana/Oesapa) dan berlanjut ke Terminal Haumeni di Timor Tengah Selatan.

“Tujuan utama preservasi adalah menjaga kemantapan kondisi jalan agar tetap layak fungsi, memenuhi standar indeks kekasaran (IRI) dan indeks kondisi perkerasan (PCI), sehingga masyarakat bisa berkendaran dengan aman dan nyaman,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (27/2/2026).

Ia menjelaskan Proyek yang akan akan dikerjakan sesuai perencanaan konstruksi matang dan standar teknis nasional. Kontraktor pelaksana, PT Panca Konstruksi, didukung penyedia alat berat dan Asphalt Mixing Plant (AMP), menjamin kualitas campuran aspal dan ketahanan struktur jalan.

Selain itu, masa pemeliharaan berlangsung hingga 31 Desember 2026, menandakan pengawasan kualitas akan dilakukan secara berkelanjutan.

Selain preservasi, BPJN NTT juga bergerak cepat menangani tiga titik longsoran, yakni lokasinya sekitar 3 kilometer setelah Jembatan Noelmina. Dua titik lainnya juga telah masuk tahap penanganan darurat. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah gangguan arus lalu lintas dan potensi kecelakaan.

Menurutnya,Ruas Jalan Kupang–TTS merupakan jalur nasional yang menjadi urat nadi mobilitas orang dan barang, menghubungkan kawasan industri, wilayah pertanian, hingga pusat aktivitas ekonomi di Timor Tengah Selatan.

Sambungnya, Dengan kondisi jalan yang mantap risiko kecelakaan akibat lubang dan retakan dapat ditekan, Biaya operasional kendaraan berkurang, Distribusi barang lebih cepat dan efisien serta Investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah semakin terbuka.

Tak hanya itu, ia juga menambahkan bahwa Jembatan Oesapa masuk dalam agenda pekerjaan tahun ini dengan skema multi-years 2026–2027, meski masih menunggu arahan teknis lanjutan dari pemerintah pusat.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *