Ekonomi & Bisnis

Sasando Dia 2026: BI, OJK, Pemprov dan Kemenkeu Kompak Jaga Stabilitas Ekonomi NTT

Kupang, SonafNTT-News.com. Sinergi lintas lembaga kembali ditegaskan di awal tahun 2026. Dalam forum Sasando Dia (Sante-Sante Baomong deng Media), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur menggandeng Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTT, Kantor Wilayah DJPb Kementerian Keuangan Provinsi NTT, dan Pemerintah Provinsi NTT untuk memastikan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga sepanjang 2026.

 

Kegiatan yang digelar di Aula Lantai 3 KPw BI NTT, Senin (2/3/2026), dihadiri lebih dari 30 wartawan dan pimpinan redaksi, serta akademisi dari Universitas Nusa Cendana. Forum ini menjadi ruang strategis membahas tema besar: “Sinergi Stabilitas dan Penguatan Pertumbuhan Ekonomi NTT Tahun 2026.”

 

Kepala Perwakilan BI NTT, Adidoyo Prakoso, menegaskan bahwa meski ekonomi global diliputi ketidakpastian, kondisi ekonomi NTT dalam jangka pendek masih stabil dan aman.

Data 2025 menunjukkan pertumbuhan ekonomi NTT mencapai 5,14 persen, meningkat dari 4,7 persen pada tahun sebelumnya. Angka ini menjadi modal optimisme memasuki 2026.

“Pertumbuhan ekonomi kita cukup menggembirakan. Ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang dan selama hari raya keagamaan dalam keadaan aman,” tegasnya.

Ia menguraikan, Momentum hari raya yang datang beruntun—Imlek, Nyepi, Ramadhan, Idul Fitri hingga Paskah—menjadi perhatian utama. BI NTT melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional, pasar modern, serta distributor untuk memastikan stok aman dan harga terkendali.

Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dilakukan guna menekan potensi inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

 

 

Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Provinsi NTT, Adi Setyawan, mengungkapkan bahwa penyerapan anggaran negara tahun 2025 mencapai 95 persen. Pada triwulan pertama 2026, tren positif itu berlanjut.

Belanja negara yang optimal dinilai menjadi salah satu motor penggerak aktivitas ekonomi masyarakat dan percepatan pembangunan.
OJK Dorong Kredit dan UMKM Tumbuh

Kepala OJK Provinsi NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, menambahkan bahwa penyaluran kredit perbankan dan dana pihak ketiga menunjukkan tren positif. Lembaga jasa keuangan terus didorong untuk memperkuat pembiayaan UMKM agar roda ekonomi masyarakat semakin berputar.

Sementara itu, Pemprov NTT melalui Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Selfi H. Nange, menekankan percepatan pembangunan daerah, termasuk penguatan UMKM melalui program seperti NTT Mart di setiap ibu kota kabupaten/kota.
Optimisme 2026

Kolaborasi BI, OJK, Kemenkeu dan Pemprov menjadi fondasi penting menghadapi tantangan ekonomi global. Stabilitas harga terjaga, pertumbuhan meningkat, kredit bertumbuh, dan anggaran terserap optimal.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *