Sekolah Rusak Tak Tersentuh, Debora Lende: Bantuan Pendidikan di Sumba Harus Prioritas
Kupang, Sonaf NTT. Pemandangan yang memprihatinkan muncul dari balik tembok sekolah-sekolah di pedalaman Sumba. Bangunan rusak, ruang kelas terbuka, dan fasilitas minim masih menjadi kenyataan pahit bagi para siswa dan guru. Hal inilah yang mendorong Anggota DPRD NTT dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Debora Gemelina Arboreal Lende, angkat bicara lantang soal prioritas bantuan pendidikan.
“ Sesuai hasil reses bulan kemarin di sejumlah sekolah di daerah pemilihannya (Dapil NTT III), yang meliputi Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya, saya menemukan fakta bahwa sekolah-sekolah dengan kondisi buruk justru sering luput dari perhatian anggaran”
Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD NTT Debora Gemelina Arboreal Lende, kepada awak media di kantor DPRD NTT, senin, 11/8/2025.
Debora Gemelina Arboreal Lende menguraikan bahwa berdasarkan hasil monitoring di lapangan ada banyak sekolah yang sudah punya fasilitas lengkap, tapi tetap dapat bantuan setiap tahun. Sementara yang rusak dan jauh dari pusat kota, malah tidak tersentuh. Ini tidak adil dan harus diubah,” tegas Debora.
Salah satu sekolah yang dikunjungi Debora adalah SMA Negeri 1 Ngadu Ngala, yang berjarak puluhan kilometer dari pusat kota dengan kondisi jalan belum beraspal. Ia harus menempuh jalur sulit untuk melihat langsung kondisi sekolah.
“Anak-anak dan guru di sana berjuang luar biasa. Meski serba terbatas, semangat belajar mereka tidak luntur. Justru ini yang seharusnya kita dukung dengan serius,” katanya.
Bangunan terbuka di kiri-kanan, ruang kelas dengan dinding yang nyaris roboh, dan tidak adanya fasilitas penunjang menjadi sorotan utama.
Bagi Debora, bantuan pendidikan tidak boleh hanya berbasis data administratif atau kedekatan dengan pengambil kebijakan. Fakta lapangan harus menjadi dasar utama.
“Prioritas harus jelas. Kalau sekolah sudah lengkap, jangan lagi dikasih. Fokuslah ke yang benar-benar butuh,” ujarnya tajam.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan mutu tenaga pendidik dan kesejahteraan guru, karena fasilitas yang baik saja tidak cukup tanpa SDM yang berkualitas dan semangat yang terjaga.
“Saya tidak mau memberi janji yang tidak bisa saya realisasikan. Tapi saya akan perjuangkan setiap kebutuhan yang masuk akal dan benar-benar mendesak,” pungkasnya.
