Setujui APBD Perubahan 2025, Fraksi NasDem DPRD NTT Minta Pemerintah Serius Garap SDA dan Sektor Unggulan
Kupang, Sonaf NTT-News.com. Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur resmi menyatakan persetujuannya terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Sidang Paripurna yang digelar di Gedung DPRD NTT. Namun, persetujuan ini disertai dengan berbagai catatan kritis dan desakan serius terhadap Pemerintah Provinsi.
Dalam penyampaian Pendapat Akhir, NasDem menyoroti realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai masih jauh dari harapan, bahkan mengalami penurunan signifikan dari Rp 1,92 triliun menjadi Rp 1,77 triliun. Hingga akhir Agustus 2025, capaian PAD baru mencapai 40,64%. Hal ini dinilai mengkhawatirkan mengingat sisa waktu hanya tiga bulan menuju akhir tahun anggaran.
“Pemerintah harus bekerja secara kreatif dan inovatif. Potensi sumber daya alam (SDA) kita melimpah – dari kehutanan, pertanian, peternakan, kelautan, hingga pariwisata. Tapi sayangnya belum dioptimalkan secara maksimal,” tegas Juru Bicara Fraksi NasDem, Inosensius Fredy Mui, S.T, Kamis 11/9/2025.
NasDem juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap belanja daerah, khususnya Belanja Modal yang realisasinya baru mencapai 13,60%. Dengan sisa waktu yang terbatas, Fraksi NasDem meminta Pemerintah untuk segera mengebut pelaksanaan program-program prioritas.
Fraksi NasDem menilai bahwa pengelolaan sumber daya alam harus menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi daerah. Pemerintah diminta segera menertibkan aktivitas galian C ilegal yang marak di berbagai kabupaten/kota karena merusak lingkungan dan mengancam lahan pertanian produktif.
Tak hanya itu, Fraksi juga mendesak pembenahan BUMD yang bermasalah, penataan aset daerah melalui tenaga Appraisal profesional, serta penyelesaian persoalan tapal batas, baik antar kabupaten/kota maupun dengan negara tetangga Timor Leste.
“Jangan sampai potensi SDA kita dibiarkan terbengkalai atau bahkan dirusak karena pengawasan lemah. Pemerintah harus hadir dan tegas menertibkan yang ilegal, serta mendorong yang legal untuk berkontribusi pada PAD,” tegas juru bicara NasDem dalam laporannya.
Menjelang perhelatan PON XXII Tahun 2028, NasDem juga meminta Pemerintah untuk segera melakukan persiapan yang konkret – mulai dari pengalokasian anggaran, peningkatan fasilitas olahraga, hingga pembinaan atlet di cabang olahraga unggulan.
Sementara sektor di pertanian, NasDem mendorong ketersediaan bibit dan pupuk secara tepat waktu untuk musim tanam 2025, demi menjaga kestabilan produksi dan kesejahteraan petani.
Dalam kesempatan itu, Fraksi Nasdem DPRD NTT menaruh perhatian terhadap pengelolaan limbah B3, terutama menuntaskan persoalan mesin incinerator di Kabupaten Kupang dan Manggarai Barat yang hingga kini belum berjalan optimal.
Meski memberikan persetujuan terhadap perubahan APBD 2025, NasDem menegaskan bahwa dukungan tersebut bukanlah bentuk persetujuan tanpa syarat. Mereka mengingatkan bahwa rekomendasi DPRD harus menjadi bagian tak terpisahkan dalam pelaksanaan anggaran.
“Kami menerima, tapi bukan berarti kami diam. Pemerintah harus bertanggung jawab, dan DPRD akan terus mengawal,” tutup Ketua Fraksi NasDem DPRD NTT, Drs. Kasimirus Kolo, M.Si.
Dengan berbagai catatan tersebut, NasDem berharap APBD Perubahan 2025 benar-benar bisa menjadi alat untuk mewujudkan pembangunan yang berdampak nyata bagi rakyat NTT.
