daerah

Sinergi TPID–TP2DD Kota Kupang untuk Harga Stabil dan Digitalisasi Maksimal

Kupang, SonafNTT-News.com. Pemerintah Kota Kupang bersama Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) pada Selasa (3/3). Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sebagai fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan Dalam arahan pembukaan, Wali Kota Kupang menekankan pentingnya pengendalian inflasi dan digitalisasi layanan Pemerintah Daerah sebagai tanggung jawab bersama lintas pemangku kepentingan. “Inflasi bukan sekadar angka statistik, tetapi cerminan kondisi biaya hidup masyarakat. Sementara itu, digitalisasi juga merupakan bentuk komitmen kita dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, mari bersama kita perkuat stabilitas dan digitalisasi transaksi Pemerintah Kota Kupang, untuk perekonomian daerah terus bergerak produktif,” ujar Wali Kota Kupang.

Sejalan dengan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menyampaikan bahwa inflasi Kota Kupang pada 2025 tercatat sebesar 2,93% (yoy), tetap berada dalam kisaran sasaran nasional. Pada Februari 2026, inflasi mengalami peningkatan yang dipengaruhi normalisasi tarif listrik serta kenaikan harga emas. Namun demikian, tekanan tersebut diperkirakan bersifat sementara, mengingat adanya perbedaan basis akibat insentif diskon tarif listrik pada periode Januari–Februari 2025. Bank Indonesia menegaskan komitmennya sebagai otoritas moneter untuk menjaga stabilitas harga melalui penguatan koordinasi TPID, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Langkah konkret difokuskan pada pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM), inspeksi pasar, imbauan belanja bijak, serta penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna memastikan kelancaran pasokan dan stabilitas harga pangan.
Pada agenda TP2DD, Pemerintah Kota Kupang bersama Bank Indonesia juga memperkuat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah untuk mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penguatan ini ditandai dengan peresmian digitalisasi pembayaran pajak daerah melalui mobile banking bekerja sama dengan BNI, BRI, dan Mandiri. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan memperluas Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah guna meningkatkan transparansi, efisiensi, dan kualitas layanan publik.

HLM ini turut dihadiri unsur Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah, BULOG Divre NTT, PELINDO Cabang Tenau, Angkasa Pura I Bandara El Tari, pimpinan perbankan, serta akademisi Universitas Nusa Cendana.
Melalui sinergi TPID dan TP2DD, Pemerintah Kota Kupang dan Bank Indonesia memperkuat koordinasi kebijakan untuk memastikan stabilitas inflasi tetap terjaga sekaligus mempercepat transformasi digital, sehingga perekonomian Kota Kupang dapat tumbuh lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *