Pendidikan

SNBP 2026 di Undana Diserbu 11.582 Pelamar, Bidang Kesehatan dan IT Jadi Favorit

Kupang, SonafNTT-News.com. Gelombang besar minat generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi kembali terlihat di Universitas Nusa Cendana (Undana). Melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, sebanyak 11.582 calon mahasiswa tercatat mendaftar dan memilih Undana sebagai tujuan studi mereka. Angka ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan di kampus terbesar di Nusa Tenggara Timur tersebut terus meningkat.

Di balik angka belasan ribu pelamar itu, tersimpan cerita tentang harapan dan mimpi para siswa dari berbagai daerah yang ingin mengubah masa depan mereka melalui pendidikan. Banyak di antara mereka datang dari sekolah-sekolah di pelosok daerah, membawa prestasi akademik terbaik yang mereka miliki untuk bersaing mendapatkan satu kursi di perguruan tinggi negeri.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Bidang Humas Undana (kamis, 5/3/2026) menunjukkan bahwa bidang kesehatan dan teknologi informasi masih menjadi primadona. Program Studi Farmasi pada Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan tercatat sebagai jurusan dengan tingkat persaingan paling ketat. Dari 1.344 pendaftar yang memilih Farmasi, hanya tersedia 20 kursi, sehingga rasio persaingan mencapai sekitar 67:1. Artinya, satu kursi diperebutkan oleh 67 calon mahasiswa.

Selain jurusan Farmasi, beberapa program studi lain juga mengalami persaingan yang sangat ketat. Program Studi Bimbingan Konseling di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menempati posisi kedua dengan rasio sekitar 29:1, disusul Program Studi Ilmu Komputer di Fakultas Sains dan Teknik dengan rasio 28:1. Sementara itu, Program Studi Pendidikan Dokter dan Ilmu Kesehatan Masyarakat juga tetap menjadi pilihan favorit para pelamar.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., menjelaskan bahwa daya tampung setiap program studi telah ditetapkan secara cermat dan melalui berbagai pertimbangan akademik.

 

 

“Kapasitas setiap prodi sudah disesuaikan dengan rasio dosen, ruang kelas, serta fasilitas laboratorium yang tersedia. Penetapan daya tampung ini juga telah mendapat persetujuan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” jelasnya.

 

 

Berikut adalah peta persaingan 10 program studi paling kompetitif di Undana pada jalur SNBP 2026:Farmasi (FKKH): Rasio ±67:1 (1.344 pendaftar / 20 kursi),Bimbingan Konseling (FKIP): Rasio ±29:1 (793 pendaftar / 27 kursi), Ilmu Komputer (FST): Rasio ±28:1 (845 pendaftar / 30 kursi),Pendidikan Dokter (FKKH): Rasio ±24:1 (805 pendaftar / 33 kursi), Ilmu Kesehatan Masyarakat (FKM): Rasio ±24:1 (1.432 pendaftar / 59 kursi) PGSD (FKIP): Rasio ±22:1 (1.346 pendaftar / 60 kursi) PPKn (FKIP): Rasio ±17:1 (628 pendaftar / 36 kursi),Akuntansi (FEB): Rasio ±15:1 (916 pendaftar / 59 kursi),Teknik Sipil (FST): Rasio ±12:1 (408 pendaftar / 35 kursi) Psikologi (FEB): Rasio ±10:1 (386 pendaftar / 38 kursi)

 

Menariknya, tingginya jumlah pendaftar tahun ini juga sekaligus menjawab harapan publik terkait dampak penerapan regulasi baru Tes Kompetensi Akademik (TKA) di tingkat nasional. Alih-alih menurunkan minat, data SNBP justru menunjukkan bahwa semangat siswa untuk masuk perguruan tinggi tetap tinggi.

 

Bagi Undana, lonjakan peminat ini bukan sekadar angka statistik. Ini adalah cerminan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang terus dibangun oleh kampus tersebut. Persaingan yang ketat di tahap awal seleksi juga diyakini akan menghasilkan mahasiswa dengan kemampuan akademik yang lebih baik.

 

“Tingkat persaingan yang tinggi menunjukkan bahwa mahasiswa yang nantinya diterima merupakan mereka yang memiliki kualifikasi terbaik. Ini tentu menjadi modal penting bagi Undana untuk terus menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” tambah Prof. Annytha.

 

Kini, setelah masa pendaftaran resmi ditutup, ribuan berkas pelamar memasuki tahap validasi dan proses seleksi nasional. Penilaian dilakukan berdasarkan rekam jejak prestasi akademik siswa selama di sekolah, serta portofolio khusus untuk beberapa program studi tertentu, sebelum hasil akhir diumumkan secara resmi oleh panitia nasional.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *