daerah

Sosialisasi Utilitas Jalan, Benyamin Nahak: Langkah Strategis PUPR NTT Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah

Kupang, SonafNTT-News.com. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berinovasi dalam mengelola aset daerah. Langkah terbaru dilakukan lewat sosialisasi pemanfaatan utilitas jalan, yang digelar untuk memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan.

Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai pihak seperti Telkom, PLN, perusahaan swasta Fajar Optik, serta Dinas Pendapatan Daerah Kota Kupang dan Provinsi NTT, menjadi forum penting untuk membahas arah kebijakan pengelolaan utilitas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi,Jumat 7/11/2025.

Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Benyamin Nahak, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi teknis, melainkan langkah strategis menuju kemandirian fiskal daerah.

“Pemanfaatan utilitas jalan ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat PAD. Kita ingin setiap potensi yang ada di infrastruktur jalan, baik itu jaringan listrik, telekomunikasi, maupun air, dapat memberikan manfaat ekonomi bagi daerah,” ujarnya

Menurut Benyamin, upaya ini sejalan dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, yang kini sedang direvisi untuk mengakomodasi objek-objek baru, termasuk pemanfaatan utilitas jalan.

“Target kita, peraturan gubernur sebagai turunan perda ini rampung pada akhir Desember 2025. Drafnya sudah final dan kini menunggu sinkronisasi dari Dinas Pendapatan Daerah,” jelasnya.

Sebagai bentuk kesiapan, rancangan Pergub tersebut akan diuji coba melalui pilot project di ruas jalan Polda NTT menuju Bandara El Tari Kupang, kawasan yang telah memiliki data utilitas lengkap seperti jaringan listrik, air bersih, dan telekomunikasi.

Langkah ini dinilai sebagai cara cerdas untuk memastikan implementasi berjalan efektif sebelum diterapkan secara menyeluruh di 114 ruas jalan provinsi lainnya.

Dengan semangat “Ayo Bangun Jalan NTT”, Benyamin menegaskan bahwa pengelolaan utilitas jalan bukan hanya soal regulasi dan retribusi, tetapi juga bentuk komitmen bersama membangun NTT yang mandiri, maju, dan berdaya saing.

“Infrastruktur jalan bukan hanya urat nadi mobilitas, tetapi juga sumber kehidupan ekonomi daerah. Melalui langkah ini, kita membangun bukan hanya jalan, tetapi juga masa depan NTT,” tutupnya

Sementara Perwakilan dari Telkom NTT, Imanuel Un, turut menyambut positif rencana tersebut.

“Kami mendukung penuh kebijakan ini, selama pelaksanaannya dilakukan secara transparan dan mengacu pada ketentuan yang berlaku. Ini momentum baik untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk membangun daerah dengan memaksimalkan tugas dan peran masing-masing yang berdampak produktif bagi sesama.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *