Sukseskan Festival Coklat, PHDI Kota Kupang Kerja Sama Dengan BPDAS HL Benain Noelmina Tanam Pohon Di Lapas Kelas IIA Kupang.

Kupang,sonafntt-news.com. Dalam rangka  mensukseskan  Festival Coklat Hijau  Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)  Kota Kupang  bekerja Sama dengan Balai   Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Benain Noelmina Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan penanaman  di wilayah Lapas Kelas IIA Kupang. Turut hadir dalam kegiatan ini  unsur pemerintah Kota Kupang,Ketua DPRD Provinsi NTT  Ir.Emilia  Nomleni, Camat Kelapa Lima,Camat Maulafa;

Lurah Oesapa Selatan;Lurah Oesapa;Lurah Oesapa Barat;Lurah Kelapa Lima, Lurah Lasiana;Perwakilan. Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi NTT; Kepala Balai Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Benain-Noelmina yang di wakil oleh Seksi Evaluasi  DASHL    Kludolfus Tuames,SP, perwakilan  Imigrasi Kupang, Kepala Lapas Wanita Kupang, Kepala Rutan Kupang; Kepala Lapas Anak Kupang;Direktur PT.Sinar Samudera Sejahtera  Usman Husein Owner Blinko Mart; Owner Juragan Kelor dan Owner Air Minum Elken, jumat 25/2/2022.

Kepala Lapas Kelas IIA Kupang   Badarudin, A.Md,IP,S.H.I.menguraikan bahwa  kegiatan yang  dilakukan merupakan salah satu langkah strategis untuk merawat alam dengan memanfaatkan lahan yang kosong melalui tanaman-tanaman produktif  seperti rambutan, mangga,lengkeng dan sukun.

Saya atas nama Lapas Kelas IIA Kupang menyampaikan terima kasih atas bantuan anakan dari BPDAS Nolmina dan semua pihak yang telah mensukseskan kegiatan ini.

Sementara  ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)  Kota Kupang   I Wayan Wira Susana, SE mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya melestarikan  lingkungan  dan menyonsong  tahun baru nyepi Sakat.

Menurutnya ada yang dilakukan sebelum hari raya nyepi yakni berhubungan dengan  Tuhan, Manusia dan Alam.Penanaman pohon yang digelar hari ini bagian upaya menyatu dengan alam.

Kepala  Balai   Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Benain Noelmina Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui   Seksi Evaluasi  DASHL    Kludolfus Tuames,SP, menjelaskan bahwa gerakan penanaman yang sementara dilakukan merupakan kerja kolaboratif  dengan mitra terkait untuk merawat alam dimana pengelolaan  DAS memiliki  tujuan untuk mengatur  hubungan timbal balik  antara Sumber Daya Alam dan Manusia dengan segala aktivitasnya  untuk mewujudkan  keselarasan ekosistem  dan memperkuat pemanfaatan Sumber Daya Alam bagi secara berkelanjutan.

Sambung Dolfus, DAS secara umum merupakan wilayah yang dibatasi  oleh batas-batas alam seperti punggung gunung,bukit yang berfungsi menerima,menampung dan menyalirkan air  melalui sungai yang selanjutnya dibuang ke laut atau danau. Selain itu, pengelol√†an DAS sesuai ketentuan  kementerian kehutanan mengolah bentang lahan namun tidak semua  urusan ditangani aspek kehutananan.

“Urusan pengelolaan bentang lahan  DAS selalu mengalir dan melintasi batas-batas administrasi.DAS tidak bisa dibatasi wilayah  Provinsi,Kabupaten,Kecamatan, Desa bahkan lintas negara oleh karena itu urusan DAS harus  dilakukan secara bersama dan kuncinya pada koordinasi,integrasi, sinkronisasi lintas sektor agar apa yang dilakukan mendapat hasil yang baik”ungkapnya 

Sedangkan Alanakan yang di tanam mahoni, merbau, sengon, beringin, trembesi, tanjung, salam, pinang, jambu mete, kemiri, lamtoro taramba, jambu kristal, tabebuya pink, tabebuya pink, tanjung, ketapang kencana. (Mf/SN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *