Survei SMRC: Kepemimpinan Viktory-Joss Tiga Tahun Terakhir Kondisi Ekonomi Keluarga di NTT Tak Berubah, Malah Tidak Stabil

Kupang,sonafntt-news.com.Kondisi ekonomi keluarga di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam 3 tahun kepemimpinan Viktory-Joss (Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat/VBL  dan Wakil Gubernur Josep A. Naesoi) tidak mengalami perubahan, Malah Berkurang atau tidak Stabil . Mayoritas  47 persen keluarga menilai kondisi ekonomi rumah tangga mereka saat ini tidak mengalami perubahan apa-apa alias masih sama seperti yang dulu. Bahkan ada 24 (dua puluh empat) persen keluarga yang menilai kondisi ekonomi rumah tangganya saat ini buruk atau jauh lebih buruk. Hanya sisah 27 persen yang menilai kondisi ekonomi rumah tangganya lebih baik atau jauh lebih baik dibanding tahun lalu (tahun 2021, red). Sisah 1 (satu) persen tidak menjawab.

Demikian disampaikan Direktur Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkait temuan hasil survei SMRC bertajuk “Kondisi sosial-ekonomi dan Kinerja Pemerintah Provinsi: Pandangan Masyarakat NTT”, sebagaimana rilis yang diterima tim media ini pada Rabu (22/02/2022).

“Sementara itu dalam evaluasi kondisi ekonomi di tingkat keluarga, sekitar 27 persen warga menilai kondisi ekonomi rumah tangga mereka sekarang lebih baik atau jauh lebih baik dibanding tahun lalu, hampir sama dengan yang menilai lebih buruk atau jauh lebih buruk (yakni) 24 persen. Sementara yang berpendapat tidak ada perubahan sebesar 47 persen. Masih ada 1 persen yang belum menjawab,” tulis SMRC.

SMRC melalui Direktur SMRC, Deni Irvani menjelaskan, bahwa tiga tahun kepemimpinan Viktory-Joss membawa kondisi pertumbuhan ekonomi NTT ada pada posisi sedang atau biasa saja (sekitar 35 persen, red), bahkan buruk dan/atau sangat buruk (19 persen). Hanya sekitar 43 persen (tidak sampai 50 persen, red) dari total 1.213 responden yang menilai kondisi ekonomi NTT baik. Sisanya  3 (tiga) persen belum menjawab.

 “Ada 43 persen warga yang menilai kondisi ekonomi Provinsi NTT saat ini sudah baik atau sangat baik. Yang menilai buruk dan sangat buruk sebesar 19 persen. Yang menyatakan kondisi ekonomi sedang saja sekitar 35 persen. Masih yang 3 persen yang belum menjawab,” bebernya.

SMRC mengungkapkan, bahwa survei opini publik tersebut digelar pada 20-28 Januari 2022 melalui tatap muka atau wawancara langsung. Dalam survei tersebut, terdapat 1.213 responden yang dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling dari seluruh populasi NTT yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Toleransi kesalahan (margin of error) survey diperkirakan ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95 persen. (SN/tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *