Tahun 2020, Daya Beli Masyarakat Terhadap Kendaraan Motor Baru Menurun 50 %

Kupang, sonafntt-news.com. Wabah Virus Corona sebagai salah satu penyakit yang saat ini sangat membahayakan bagi kehidupan manusia termasuk mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor baru menurun hingga 50 %. Penurunan daya beli masyarakat tahun ini cukup besar dan sangat berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD ) Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya pajak pembelian kendaran bermotor baru atau pajak biaya balik nama sebesar 270 miliar.


Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pendapatan dan Aset Provinsi NTT Dr.Zeth Sonny Libing, Msi saat di temui awak media di ruang kerjanya, Rabu, 17/6/2020.
Dr. Zeth Sonny Libing dalam keterangannya menjelaskan bahwa penurunan daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor baru disebabkan oleh kurangnya pendapatan masyarakat di tengah pandemik Covid-19. Data ini merujuk pada asosiasi dealer motor Provinsi NTT periode juni 2020.


Sementara PAD juga bergantung pada aspek retribusi dan tahun ini diperkirakan tidak mencapai target dimana salah satu sumber retribusi yakni penjualan anak babi dan penerimaannya sangat berkurang lantaran banyak anakan babi mengalami mati yang disebabkan oleh Virus ASF. Selain itu sumber ensinarator atau pabrik pembakaran sampah medic yang direncanakan di bangun karena ditargetkan akan menyumbang 16 Miliar pertahun bagi PAD namun situasi pandemic covid -19 belum bisa dilakukan.

Untuk mengatasi menurunya PAD Provinsi NTT upaya yang akan dilakukan ke depan yakni menyewa seluruh aset tanah Pemprov NTT kepada pihak ketiga. Aset tanah tersebut tersebar pada beberapa lokasi yakni di Depok-Jawa Barat, Bandung, jakarta pusat, Kota Kupang dan lahan garam yang berada di Teluk Kupang dengan luas 1.693. hektare,ungkapnya.

Libing menambahkan di tengah pandemik Covid 19, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang berada dibawah naungan Badan Pendapatan dan Aset Provinsi NTT terus menjalankan tugas di lapangan dengan menagih pajak dan adanya beberapa yang UPTD Kabupaten/kota yang cukup potensial bahkan melampaui target yakni Kota Kupang, Manggarai, Sikka, Kabupaten Kupang,Ende, Rote Ndao, Sumba timur dan Sumba Barat Daya. Kelima UPTD tersebut akan diberikan penghargaan untuk melakukan studi banding di jawa namun situasi pandemik covid 19 hal tersebut belum bisa dilakukan.Bentuk penghargaan lainnya yakni menaikan insentif operasional bagi tenaga lapangan dengan tujuan mendapatkan target yang lebih bagus.


Selain itu, di tengah pandemik covid 19 kami juga membuat kebijakan keringanan denda pajak untuk semua jenis kendaran dari bulan april –september 2020.

Ia berharap langkah-langkah dilakukan Pemprov NTT ke depan memberikan dampak positif untuk penambahan Pendapatan Asli Daerah dan peningkatan daya beli masyarakat sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi pada 22 Kabupaten/kota di NTT. (MF).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *