Tekan Penyebaran Virus Rabies, Kadis Peternakan NTT Minta Warga TTS Tertibkan Hewan Peliharaannya
Kupang, Sonafntt-news.com. Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Peternakan meminta kerjasama yang baik dari seluruh komponen termasuk warga Timor Tengah Selatan untuk menertibkan hewan peliharaan khususnya anjing dapat mengikat atau mengandangkan binatangnya sebagai salah satu wujud konkret menekan penyebaran Virus Rabies
“langkah yang mudah dan murah untuk dapat menghindari meluasnya penyebaran virus rabies, para pemilik binatang peliharaan khususnya anjing dapat mengikat atau mengandangkan binatang peliharaannya agar anjing tidak sampai berkeliaran dan bertemu dengan anjing yang telah terinfeksi oleh virus dan dapat terjadi proses penularan”
Demikian disampaikan Kepala Dinas Peternakan NTT Yohana Lisapally, saat memberikan keterangan pers di lantai I Kantor Gubernur NTT, kamis 23/5/2023.
Yohana Lisapally untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran virus Rabies perlu adanya kerjasamanya dari seluruh pihak dan terutama adanya kesadaran pemilik ( anjing) harus memastikan hewannya dikandangkan dan diberikan suntikan vaksin Anti rabies.
Menurutnya, untuk kasus rabies, pengadaan vaksin bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan hingga saat ini 6.000 dosis vaksin sudah didistribusikan langsung ke TTS.
Lisapally,lebih lanjut menerangkan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, terdapat 515 Korban gigitan anjing yang tercatat dan melaporkan, namun setelah dilakukan identifikasi ternyata tidak semuanya merupakan gigitan dari anjing yang terinfeksi rabies, dan sudah dilakukan penanganan oleh tenaga medis.
” Berdasarkan data yang dihimpun, ada 515 laporan dari masyarakat yang menjadi korban dari gigitan anjing, namun setelah kami di kroscek lagi di lapangan ternyata itu bukan akibat gigitan anjing rabies, memang ada yang karena gigitan anjing rabies yaitu hanya 4 kasus, namun sebagai pemerintah kami menghimbau agar masyarakat bilamana menemui adanya gejala-gejala, mengarah kepada ciri anjing rabies sebaiknya cepat menghindar, kalau terkena gigitan segera cuci dengan air yang mengalir menggunakan detergen, selanjutnya cepat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat” uraiannya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan, Ruth Laiskodat menerangkan bahwa hingga saat ini Kabupaten TTS merupakan daerah yang paling banyak mengalami kasus rabies.Dari 5.940 kasus rabies sebanyak 4.998 orang telah diberikan vaksin anti-rabies dan pasien meninggal sebanyak 10 orang.
“Pasien meninggal akibat gigitan anjing Rabies terbanyak di TTS dengan tiga orang, sedangkan di Ende ada dua, Manggarai dua, Sikka satu,” ungkapnya.
Ia menegaskan rabies merupakan salah satu virus yang membahayakan oleh karena harus adanya kerjasama seluruh pihak dan mengetahui secara baik hewan peliharan (anjing, red) yang mengalami gejala dan terinfeksi rabies. Jika menemukan hal demikian harus segera melaporkan pada layanan kesehatan untuk ditangani sehingga menekan penyebarannya. ( Mf/SN).
