daerah

Tingkatkan Kompetensi Pengelola Perpustakaan, Petugas Lapas Kupang Ikuti Bimtek Tenaga Pengelola Perpustakaan

Kupang, Sonaf NTT-News.com.Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan profesionalitas tenaga pengelola perpustakaan di wilayah Nusa Tenggara Timur, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT menyelenggarakan Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tenaga Pengelola Perpustakaan Umum, Khusus dan Sekolah/Madrasah (SMA/SMK/MA) Negeri/Swasta se-Provinsi NTT Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yakni tanggal 23 hingga 25 Juni 2025, bertempat di Harper Ballroom, Kupang, Senin (23/6).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan para pengelola perpustakaan dalam menerapkan standar pengelolaan yang baik dan berbasis teknologi informasi, serta mendorong terwujudnya perpustakaan sebagai pusat literasi dan pembelajaran yang inklusif dan berdaya guna.

Sebagai bagian dari perpustakaan khusus, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang turut ambil bagian dalam kegiatan ini dengan mengutus salah satu petugasnya, Fransina Mulya Pah, untuk mengikuti seluruh rangkaian bimtek.

Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTT, Semuel Halundaka, S.IP., M.Si membuka kegiatan tersebut dengan menekankan pentingnya peran strategis perpustakaan sebagai pusat literasi yang mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur.

Ia menyampaikan harapannya agar seluruh peserta dapat mengambil manfaat maksimal dari bimtek ini dan terus berkontribusi aktif dalam memajukan dunia perpustakaan. “Saya berharap semua dapat terus mendukung agar perpustakaan di NTT supaya lebih baik dan maju ke depan. Mari kita mengajak anak-anak, masyarakat, keluarga, serta rekan-rekan kita untuk menjadikan perpustakaan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup kita dan turut berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, yang maju, berbudaya, dan berdaya saing,” tegasnya.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi promosi dan inovasi pengembangan perpustakaan oleh Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT, Djoese Selestino M. Nai Buti, S.Pt., M.Si, serta materi teknis katalogisasi dan praktik katalogisasi oleh Bertha T. Pasang, S.Sos., yang memberikan wawasan mendalam tentang manajemen koleksi dan sistem klasifikasi perpustakaan.

Fransina menjelaskan bahwa keikutsertaannya dalam bimtek ini menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan dan pemahaman terkait pengelolaan perpustakaan khusus di lingkungan Lapas Kupang. Ia menilai bahwa kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan teknis, tetapi juga membangun jejaring antar pengelola perpustakaan dari berbagai latar belakang institusi. “Kami di Lapas Kupang tentu memiliki tantangan tersendiri dalam mengelola perpustakaan, terutama dalam hal minat baca Warga Binaan. Dari kegiatan ini, saya belajar banyak strategi baru yang bisa saya terapkan agar perpustakaan Lapas bisa menjadi ruang yang lebih hidup dan bermanfaat,” ujar Fransina.

Ia juga menyampaikan harapannya agar pelatihan semacam ini dapat dilaksanakan secara rutin dan lebih merata, termasuk memberikan perhatian lebih kepada perpustakaan di unit layanan khusus seperti Lapas. “Saya berkomitmen untuk mengembangkan perpustakaan Lapas Kupang menjadi lebih representatif, interaktif, dan mendukung proses pembinaan serta pengembangan diri warga binaan,” tambahnya.

Dengan semangat dan pengetahuan baru yang diperoleh, Fransina optimis bahwa perpustakaan Lapas Kelas IIA Kupang akan semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan literasi di lingkungan pemasyarakatan.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *