Undana Siapkan Akselerasi Guru Besar untuk Penguatan Akreditasi dan Mutu Akademik
Kupang, SonafNTT-News.com. Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menaruh perhatian publik pendidikan nasional. Kampus kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur ini menyiapkan langkah akseleratif dan terukur untuk mempercepat lahirnya 100 Guru Besar baru dalam dua tahun ke depan—sebuah target besar yang jarang ditemui di perguruan tinggi kawasan timur Indonesia.
Komitmen besar ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pengusulan Jabatan Fungsional Guru Besar Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., bersama jajaran Wakil Rektor. Bertempat di Aula Rektorat Undana, Jumat (23/1/2026), rapat strategis tersebut menghadirkan 94 dosen berjabatan Lektor Kepala yang diproyeksikan menjadi tulang punggung penguatan akademik Undana ke depan.
Berbeda dari pendekatan administratif konvensional, Undana memilih jalur “Pendampingan Hingga Tuntas” sebagai kunci percepatan. Rektor menegaskan bahwa kebijakan ini tidak diarahkan semata-mata untuk mengejar Indikator Kinerja Utama (IKU), melainkan sebagai upaya serius membenahi ekosistem akademik dan sistem administrasi yang ada
“Undana hadir untuk memastikan dosen tidak berjalan sendiri. Semua proses, mulai dari sinkronisasi dokumen hingga penulisan artikel pada jurnal internasional bereputasi, akan dikawal secara sistematis oleh tim khusus,” tegas Prof. Jefri Bale.
Sebagai bentuk dukungan konkret, universitas menyiapkan subsidi pembiayaan publikasi jurnal internasional, membentuk Tim Percepatan Guru Besar yang bertugas melakukan supervisi administratif secara integratif, serta menghadirkan Klinik Publikasi guna membantu dosen menembus standar kualitas jurnal global. Skema ini dipandang sebagai solusi langsung terhadap akar persoalan yang selama ini menghambat kenaikan jabatan akademik dosen.
Kebijakan progresif ini mendapat sambutan positif dari kalangan dosen. Dr. Ir. Jalaludin, M.Si., salah satu calon Guru Besar, menilai pendampingan terstruktur ini menjawab persoalan klasik, terutama penyelarasan data dan ketatnya persyaratan publikasi ilmiah.
Dari sisi strategis, akselerasi Guru Besar dinilai sangat krusial bagi masa depan institusi. Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., menegaskan bahwa penambahan Guru Besar akan berdampak langsung pada penguatan akreditasi institusi, pembukaan program studi baru, serta peningkatan mutu riset dan layanan akademik bagi mahasiswa.
“Guru Besar adalah pilar mutu akademik. Kehadiran mereka akan memperkuat kualitas pembelajaran, riset, dan reputasi Undana di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Melalui strategi akselerasi yang terencana dan komitmen Pendampingan Hingga Tuntas, Undana optimistis mampu mencetak sejarah baru dalam pengembangan sumber daya manusia unggul. Lebih dari sekadar capaian institusional, langkah ini diproyeksikan menjadi motor penggerak pembangunan intelektual di Nusa Tenggara Timur, sekaligus menegaskan posisi Undana sebagai pusat keunggulan akademik dari NTT
