Undana–Uni Eropa Jajaki Kerja Sama Strategis, EU Centre Segera Hadir
Kupang, SonafNTT-News.com. Langkah berani Universitas Nusa Cendana (Undana) menembus panggung global kini semakin nyata. Dengan menggandeng Delegasi Uni Eropa di Indonesia, Undana tidak sekedar membuka pintu kerjasama akademik, tetapi juga mengirim sinyal kuat: kampus di Indonesia Timur siap bersaing di level internasional.
Penjajakan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Kepala Kantor Urusan Internasional ( Relations Office /IRO) Undana, Santri E. P Djahimo, S.Pd., M.App.Ling., Ph.D., ke kantor Delegasi Uni Eropa, Senin (27/4). Langkah ini dipandang strategis mengingat posisi Undana yang dinilai memiliki potensi kompetitif untuk bersaing dengan universitas besar lainnya di Indonesia.
Kerjasama strategis ini di proyeksikan mencakup berbagai peluang besar, mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi riset lintas negara, hingga penguatan kapasitas akademik berbasis standar Eropa. Namun yang paling menyita perhatian adalah rencana pembentukan European Union (EU) Centre pertama di Indonesia bagian timur—sebuah terobosan yang berpotensi mengubah peta pendidikan tinggi di kawasan ini Timur Indonesia
Simulasi Diplomasi dan Kurikulum European Studies
Dalam pertemuan tersebut, Delegasi Uni Eropa menawarkan implementasi Model European Union (MEU) di Undana. MEU merupakan simulasi proses pengambilan keputusan di Uni Eropa yang akan melibatkan mahasiswa, khususnya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), untuk mengasah kemampuan negosiasi dan diplomasi internasional.
“EU Centre akan menjadi sarana kolaborasi akademik sekaligus memperdalam pemahaman tentang institusi, kebijakan, dan nilai-nilai Uni Eropa. Ini adalah nilai tambah besar bagi Undana untuk memposisikan diri sebagai pusat studi internasional di Indonesia Timur,” ungkap Santri E.P. Djahimo.
Selain itu, Undana dijadwalkan berpartisipasi dalam pertemuan jaringan universitas di Yogyakarta pada Juni 2026 mendatang untuk membahas pengembangan kurikulum European Studies. Program ini diharapkan dapat memperkaya perspektif global mahasiswa melalui skema pembelajaran yang adaptif.
Akses Riset Global dan Program Erasmus
Kerja sama ini juga membuka pintu bagi Undana untuk mengakses program Horizon Europe_ , inisiatif pendanaan riset terbesar dari Uni Eropa dengan anggaran mencapai €93,5 miliar. Program ini berfokus pada tantangan global seperti perubahan iklim, energi berkelanjutan, dan transformasi digital. Sinergi ini diperkuat oleh kesepakatan Indonesia– European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang dicapai pada September 2025.
Bagi mahasiswa, peluang mobilitas internasional terbuka lebar melalui skema Erasmus International Credit Mobility dan Erasmus Mundus Joint Master’s Degrees . Alumni dari program ini diharapkan menjadi motor penggerak internasionalisasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan membawa standar akademik internasional dan metodologi riset mutakhir kembali ke daerah.
Payung Hukum dan Kunjungan Belajar
Saat ini, kedua belah pihak sedang merumuskan draft Nota Kesepahaman (MoU) yang mencakup berbagai kegiatan, mulai dari kuliah umum bersama Duta Besar UE hingga peluang kunjungan belajar mahasiswa langsung ke Kantor Delegasi Uni Eropa di Jakarta.
Kerja sama jangka panjang ini diharapkan tidak hanya meningkatkan reputasi Undana di kancah global, tetapi juga mencetak lulusan yang memiliki keterampilan analitis tajam dan daya saing internasional yang kuat, guna mendukung pembangunan berkelanjutan di segala aspek di wilayah NTT menuju daerah yang maju dan berdaya saing serta siap menghadapi perkembangan global
