Warga TTS Antusias Ikut Kegiatan PMD Yang Digelar Imigrasi Kupang

Soe,Sonafntt-news.com.  Warga Timor Tengah Selatan,Nusa Tenggara Timur  sangat antusias mengikuti pelaksanaan kegiatan Paspor  Masuk Desa (PMD)  yang digelar oleh Kantor Imigrasi Kupang di bawah naungan kantor wilayah Kementerian  Hukum dan Ham NTT.

Pantauan media ini, kegiatan dimaksud dilakukan   dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Dharma Karya Dhika atau HDKD ke-77 dan berdasarkan informasi yang dihimpun kegiatan dilaksanakan dua hari berturut-turut di dua tempat berbeda. Tim Imigrasi Kupang yang di Koordinir oleh Kepala Sub Seksi Pemeriksaan Keimigrasian, Boby Ardiansyah melaksanakan PMD pada Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Desa Oepoli, Kabupaten Kupang pada tanggal 5 – 6 Agustus 2022.

PMD pada Kabupaten Timor Tengah Selatan, dilaksanakan pada hari pertama bertempat di Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia atau BRI di Kota So’e. Pelaksanaan PMD yang dimulai pukul 10.00 WITA ini mendapat antusias yang cukup banyak dari masyarakat seputaran kota So’e. Hal ini dapat dilihat dari jumlah permohonan yang masuk sebanyak 45 permohonan. Sedangkan PMD hari kedua dilaksanakan di Desa Oepoli, Kabupaten Kupang bertempat di Pos Perbatasan Imigrasi di Desa Oepoli, tim PMD Imigrasi Kupang hanya menerima sebanyak 10 permohonan paspor. Hal ini disebabkan selain permasalahan jaringan yang kurang baik juga disebabkan perlintasan orang ke negara tetangga Timor Leste belum dibuka untuk umum terkait permasalahan Covid-19.

“Pelaksanaan PMD berturut-turut selama dua hari ini memang program yang sudah direncanakan oleh Imigrasi Kupang dalam rangka memeriahkan peringatan HDKD ke-77”, ujar Boby saat dikonfirmasi. 

“Pelaksanaan PMD ini merupakan yang ketiga setelah sebelumnya dilaksanakan di Desa Tuapukan Kabupaten Kupang dan di salah satu kelurahan di Kota Kupang. Ya, kami berharap agar masyarakat bisa memanfaatkan kegiatan ini untuk mengajukan permohonan paspor karena selain mempermudah tetapi juga membantu masyarakat yang tempat tinggalnya jauh dari kantor Imigrasi Kupang dalam hal ini lebih menghemat biaya”, lanjut Bobby saat itu.

Sementara itu, Dody Cindur Mato, Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Imigrasi Kupang, menanggapi harapan masyarakat, mengatakan bahwa masih ada program semacam ini kedepannya. “Kami punya program Eazy Paspor yang hampir-hampir mirip dengan kegiatan PMD. Nah, masyarakat yang belum mendapat kesempatan melalui PMD dapat memanfaatkan program Eazy Passport.”, terang Dody yang saat itu melaksanakan pemantauan pada kegiatan PMD.(em/SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *