10,4 Miliar Digelontorkan, BPJN NTT Mulai Persiapan Pembangunan Jalan Manumean–Ponu Sepanjang 2,25 KM

IMG-20261104-WA0006
  1. TTU, SonafNTT-News.com – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan daerah melalui Program Jalan Inpres Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026.

Kali ini, ruas Jalan Manumean–Ponu di Kabupaten TTU menjadi salah satu sasaran penanganan infrastruktur dengan alokasi anggaran mencapai Rp10.484.298.000 atau sekitar Rp10,4 miliar, untuk panjang penanganan 2,25 kilometer.

Langkah persiapan pekerjaan tersebut mulai dilakukan setelah penandatanganan kontrak. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4, Dirmala, ST, saat dikonfirmasi pada Selasa (3/11/2026), menyampaikan bahwa kontrak pekerjaan telah ditandatangani pada 30 Oktober 2026.

Menindaklanjuti penandatanganan kontrak tersebut, pihaknya bersama penyedia jasa telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengukuran awal sebagai bagian dari tahapan persiapan pekerjaan.

Menurut Dirmala, pengukuran tersebut merupakan bagian dari persiapan Mutual Check 0 (MC 0), yakni pemeriksaan dan pengukuran bersama terhadap kondisi awal lapangan sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.

“Pengukuran ini merupakan bagian dari persiapan MC 0 untuk memastikan kondisi awal lapangan sebelum pekerjaan fisik dimulai,” tutur Dirmala.

Adapun pekerjaan tersebut bernama Preservasi Jalan Manumean–Ponu, Kabupaten Timor Tengah Utara, dengan nomor kontrak HK 0201/T/Bpjn11.7.4/2026/900.

Proyek ini dikerjakan oleh CV Bersaudara dengan masa pelaksanaan 63 hari kalender dan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender. Sumber pendanaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026, dengan target penyelesaian pekerjaan pada 31 Desember 2026.

IJD 2026, Dorong Pemerataan Infrastruktur dan Konektivitas Daerah

Dirmala menjelaskan bahwa Program Jalan Inpres Daerah memiliki tujuan strategis, bukan sekadar memperbaiki kondisi jalan yang mengalami kerusakan, tetapi juga mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur serta memperkuat konektivitas antar wilayah .

Melalui program ini, pemerintah berupaya meningkatkan kemantapan jalan daerah, baik jalan provinsi, kabupaten maupun kota, sehingga masyarakat dapat menikmati akses transportasi yang lebih baik.

Selain itu, peningkatan kualitas jalan diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, membuka akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Ia menambahkan bahwa konektivitas jalan yang semakin baik juga diharapkan memperkuat hubungan antara kawasan permukiman, sentra produksi, kawasan industri hingga jalur distribusi barang menuju jaringan jalan nasional.

Exit mobile version