daerah

17 Sumur Bor Dibangun di NTT, Air Bersih Mengalir untuk Ribuan Warga, Dorong Ekonomi Rakyat hingga UMKM

Kupang, SonafNTT-News.com. Krisis air bersih yang selama ini menjadi persoalan klasik di Nusa Tenggara Timur (NTT) perlahan mulai terurai. Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Tahun Anggaran 2025 berhasil membangun 17 paket sumur bor yang tersebar di berbagai kabupaten, menghadirkan harapan baru bagi ribuan warga.

“ 17 paket tersebut yang tersebar di beberapa Kabupaten Rote Ndao, Alor dua paket, Kota Kupang dua paket, Kabupaten Kupang, Kabupaten Malaka dan. Belu, Flores Timur, Manggarai Timur dan Sumba Barat masing-masing 1 Paket, Ende 2 Paket, “

Demikian Keterangan Kasie Perencanaan SDA Dinas PUPR NTT, YOSUALDUS S. MASYHUR, ST, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 5/52026.

Yosualdus Masyur, menjelaskan bahwa semua paket Pekerjaan Sumur bor Tahun Anggaran 2025 berjalan dengan baik hanya 1 paket di Nagekeo muncul saat anggaran Perubahan Tahun 2025 dengan kasih kerja 45 hari (tidak ada uang muka) di mana saat dilakukan eksplorasi sampai kedalaman 60 Meter terjadi water loss atau longsor kemudian kemudian di pindahkan lokasi namun tidak berhasil akhirnya memutuskan untuk berentikan dan hingga saat ini tidak di lakukan pembayaran ke pihak ketiga karena sesuai kontrak harus ada air.

“ Perencanaan Pembangunan sumur bor di dukung oleh data sekunder yakni jenis tanah dan data cekungan air Tanah dan saat di lakukan survei geo listrik untuk melihat sifat batuan geologi (memberikan indikasi yang memiliki potensi air Tanah, saat itu ada potensi air namun saat pelaksanaan adanya Keputusan tidak melanjutkan pekerjaan karena sesuai kondisi alam dan tidak sesuai harapan di mana pembangunan Sumur Bor kita berhadapan dengan geologi bawah tanah yang sifatnya anpredibel atau tidak bisa di prediksi “ ujarnya

Ia lanjut menguraikan, Program ini tidak sekadar menghadirkan akses air bersih, tetapi juga membuka peluang besar bagi penguatan ekonomi masyarakat. Setiap titik sumur bor dirancang dengan sistem reservoir dan jaringan distribusi yang mampu melayani hingga 25 kepala keluarga atau sekitar 100 jiwa. Air yang sebelumnya sulit didapat, kini menjadi sumber kehidupan sekaligus penggerak aktivitas produktif warga.

Kasie Perencanaan SDA Dinas PUPR NTT, Yosualdus S. Masyhur, ST, menjelaskan bahwa mayoritas proyek berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata.

“Masyarakat sudah mulai memanfaatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan untuk pertanian hortikultura dan peternakan skala kecil yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi,” ujarnya.

Di sejumlah wilayah, kehadiran sumur bor telah mengubah pola hidup masyarakat. Warga kini dapat menanam sayur-mayur, mengembangkan usaha kecil, hingga meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Tak heran jika permintaan penambahan jaringan distribusi terus bermunculan, menandakan tingginya kebutuhan sekaligus keberhasilan program tersebut.

Dari sisi anggaran, setiap titik sumur bor menelan biaya sekitar Rp200 juta untuk pekerjaan fisik, ditambah Rp50 juta untuk perencanaan, pengawasan, serta instalasi listrik. Seluruh program ini dibiayai melalui APBD dan menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Ia menegaskan bahwa hingga Saat ini, seluruh proyek masih dalam masa pemeliharaan dan dijadwalkan akan diserahterimakan pada Juni mendatang. Pemerintah pun terus melakukan monitoring guna memastikan keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *