DPRD NTT Minta Pemprov Menimba Pengalaman Dari Kabupaten Bogor Dalam Penanganan Stunting
Kupang, Sonaf NTT-News.com. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Nusa Tenggara Timur mengajak Pemerintah Provinsi untuk menimba pengalaman dari Desa Cipayung Girang Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor karena sukses menangani Stunting.
Demikian disampaikan oleh Anggota DPRD NTT Johan J. Oematan,SJ,MSi kepada media ini, selasa 22/11/22022.
Johan Oematan dalam keterangannya menyampaikan bahwa Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah cukup maju di segala aspek termasuk termasuk berhasil menangani persoalan stunting.
“Tahun 2020 Angka Stunting di Kabupaten Bogor 12 % dan di tahun 2021 mengalami penurunan 8 % . Dalam penanganan stunting di bogor tidak berbeda jauh namun yang menarik adalah dana yang dialokasikan baik dari pemerintah Provinsi,Kabupaten dan desa desa yang di luncur Kementerian Desa benar-benar dimanfaatkan secara efektif dan tepat sasaran untuk pencegahan bahkan percepatan penanganan Stunting dan sebagai contoh Desa Cipayung Girang Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor berhasil mengatasi stunting sebelumnya angka stunting 3 % namun dengan sinergitas dengan seluruh elemen desa tersebut sudah bebas dari stunting.
Menurutnya, pengalaman unik yang diperoleh saat kunjungan di Kabupaten Bogor yakni pemerintah Provinsi, Kabupaten dan pemerintah Desa Cipayung Girang memiliki komitmen yang kuat yang diwujudkan melalui inovasi-inovasi baru dalam mendukung percepatan penanganan stunting
“Kepala Desa setiap hari melakukan kunjungan di pelosok desa sekaligus mengajak RT/RW untuk melakukan inovasi-inovasi baru melalui kerja-kerja nyata dalam menangani stunting” ungkapnya.
Upaya lain yang mereka lakukan yakni melakukan usaha ikan air tawar untuk perbaikan gizi dan peningkatan ekonomi keluarga.
Politisi Partai Golkar menegaskan titik utama yang mereka dilakukan yakni komitmen bersama seluruh elemen dalam mengatasi stunting.Selain itu, ada hal menarik yang ditemui di mana pada saat penimbangan bai,balita keluarga yang dikategorikan mampu menyumbangkan dana 20.000 untuk mendorong percepatan penanganan stunting dan buktinya berhasil menurunkan stunting hingga 0 %.”ini sekilas pengalaman semoga bisa diadopsi untuk mengatasi stunting di NTT”ungkapnya
Menurunya, apa yang dilakukan pemprov NTT sudah baik namun harus adanya inovasi-inovasi baru sehingga memacu percepatan penanganan stunting. ” Program dari Bapak Gubernur untuk menanam kelor sudah bagus dan harus optimalkan dengan memanfaatkan potensi yang ada guna meningkatkan gizi bayi, balita yang berstatus stunting. (Mf/SN).
