Tingkatkan Ketrampilan, Lapas Kupang Kunjungi Kemnaker NTT Bahas Pelatihan Meubelair, Pengelasan, dan Smart Farming Bagi WBP
Kupang, Sonaf NTT-News.com. Dalam upaya meningkatkan keterampilan dan kesiapan warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk kembali ke masyarakat, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang melalui Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Kementerian Ketenagakerjaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (19/6/2025).
Kepala Seksi Giatja, Frence Ndun, didampingi Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Habel Toi, disambut langsung oleh Kepala UPTD. Latihan Kerja Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi NTT, Charles B. M. Forh, S.E. bersama Koordinator Satuan Pelayanan Vokasi dan Produktivitas Kupang, Wilfrianus Sabon Tawa, A.Md.
Dalam pertemuan tersebut, Frence Ndun menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan memperkuat kerja sama yang telah terjalin sebelumnya, khususnya dalam hal pelatihan keterampilan kerja bagi WBP. Selain rencana pelatihan meubelair dan pengelasan, Ia juga menyampaikan keinginan Lapas Kupang untuk memperluas bidang pelatihan melalui teknologi pertanian berbasis Smart Farming,
“Kami ingin memastikan bahwa para WBP tidak hanya mendapatkan pelatihan formal, tetapi juga diperkenalkan dengan teknologi modern, salah satunya melalui program Smart Farming,” ujar Frence.
Frence menambahkan, pelatihan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Lapas Kupang dalam membina warga binaan agar memiliki bekal keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, “Harapan kami, setelah bebas nanti, WBP dapat menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” tuturnya.
Menyambut baik maksud tersebut, Charles B. M. Forh menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pelatihan bagi warga binaan. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam pelatihan kerja, terutama yang berbasis teknologi dan kebutuhan lapangan,
“Kami mendukung penuh upaya Lapas Kupang dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang sesuai zaman. Pelatihan berbasis teknologi seperti Smart Farming sangat dibutuhkan, apalagi NTT memiliki potensi besar di sektor pertanian,” ungkap Charles.
Charles berharap kerja sama ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan, tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi juga sampai pada tahap pemanfaatan hasil dan peningkatan produktivitas.
Frence menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen membangun jaringan kerja sama dengan berbagai pihak, sebagai bagian dari strategi pembinaan yang komprehensif dan humanis di Lapas Kupang, “Kami akan terus membuka ruang kolaborasi demi masa depan WBP yang lebih baik,” pungkasnya.
