daerah

Kolaborasi Hebat, Lapas Kupang Gandeng Politani dan Disnakertran NTT Latih 80 Napi Jadi Tenaga Terampil

Kupang, Sonaf NTT-News.com. Sebanyak 80 warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang mengikuti program pendidikan dan pelatihan keterampilan sebagai bagian dari komitmen serta kolaborasi strategis antara Lapas Kupang, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi NTT, serta Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani). Selama 8 hari ke depan, para warga binaan akan digembleng dengan ilmu dan praktik langsung, bukan hanya untuk mengisi waktu, tetapi mempersiapkan masa depan yang lebih cerah, Rabu (16/7/2025).

Diketahui, peserta kegiatan dibagi dalam dua jenis pelatihan yang diselenggarakan, yakni pelatihan Meubelair (Cabinet Making) sebanyak 40 orang dan pelatihan pertanian (irigasi tetes dan alat kocor) sebanyak 40 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan warga binaan agar mampu menjadi pribadi yang mandiri, profesional, serta memiliki keterampilan yang berguna saat kembali ke masyarakat. Dengan bekal keterampilan ini, para warga binaan diharapkan mampu membuka usaha mandiri atau berkontribusi dalam sektor pembangunan, termasuk dalam program nasional ketahanan pangan.

Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, Amd.IP., SH., MH., Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi NTT, Sylvia R. Peku Djawang, SP., MM., Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc., para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Kota Kupang, serta para instruktur dari UPTD BLK Provinsi NTT dan Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

Kegiatan ini diawali dengan penyematan tanda peserta oleh Kalapas Kupang kepada perwakilan peserta dan diakhiri dengan penandatanganan MoU yang disaksikan langsung oleh Kakanwil Ditjenpas NTT.

Dalam sambutannya, Sylvia R. Peku Djawang menyampaikan apresiasi tinggi terhadap Lapas Kupang yang telah membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah. “Mewakili Pemerintah Provinsi NTT, kami sangat mengapresiasi Lapas Kupang, terutama kepada Bapak Kalapas yang memberikan kami ruang untuk berkontribusi dalam peningkatan kapasitas dan keterampilan warga binaan. Kerja sama ini sudah berlangsung sejak 2022, dan kami sangat terbuka untuk terus melanjutkannya,” ujarnya.

Senada dengan itu, Direktur Politani Negeri Kupang Johanis A. Jermias mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada lembaganya.

“Kami merasa terhormat bisa dilibatkan dalam tugas negara yang sangat mulia ini. Terima kasih kepada Lapas Kupang atas kerja sama ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar menekankan bahwa kegiatan ini bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan WBP.

“Kegiatan ini bukan untuk kami, tapi untuk 80 warga binaan kami yang mendapat kesempatan emas. Kami tidak bisa sendiri, perlu dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat. Konsep kami di Ditjenpas NTT adalah ketahanan pangan, terutama di Kota Kupang. Motto kami: Semangat Ketahanan Pangan, Mengubah Lahan Batu Karang menjadi Lahan Pertanian,” tegasnya.

Disamping itu, sebagai penyelenggara kegiatan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Kupang, Antonius H. Jawa Gili, menegaskan komitmennya dalam membina warga binaan melalui program-program kemandirian produktif. “Kami terus berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung proses pembinaan dan pemberdayaan. Pelatihan ini adalah kesempatan bagi warga binaan untuk memperbaiki masa depan mereka. Manfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh,” pesannya kepada seluruh peserta.

Salah satu peserta pelatihan, menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan. “Saya sangat bersyukur bisa ikut pelatihan ini. Saya ingin belajar sungguh-sungguh agar nanti bisa buka usaha sendiri setelah bebas. Terima kasih kepada Kalapas dan semua pihak yang sudah bantu kami,” tuturnya.

Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung tujuan pemasyarakatan yang humanis dan produktif. Dengan dukungan lintas sektor, Lapas Kupang membuktikan bahwa pembinaan tidak berhenti di balik tembok, tetapi terus berjalan untuk menciptakan warga binaan yang siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan dan harapan baru.

Kalapas Kupang menegaskan kegiatan ini wujud konkrit untuk mensukseskan akselerasi dari Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang fokus terhadap Revitalisasi Pemasyarakatan Berbasis Kemandirian dan Keamanan Dinamis, Optimalisasi Sistem Database Pemasyarakatan (SDP), Modernisasi Sarana dan Prasarana Lapas/Rutan, Program Reintegrasi Sosial Berbasis Komunitas, Peningkatan Kapasitas SDM Pemasyarakatan, Penerapan Zero Halinar (HP, Pungli, dan Narkoba) dan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pembinaan Kemandirian

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *