daerah

Kupang Menuju Kota Tangguh Iklim: Walikota Christian Widodo Gaet CRS Atasi Sampah Dan Krisis Iklim

Kupang, Sonaf NTT-News.com. Pemerintah Kota Kupang terus melakukan berbagai terobosan guna peningkatan kemajuan daerah dan salah satunya menyiapkan berbagai skema konkrit sebagai kota tangguh terhadap krisis iklim dan bencana, seiring komitmen kuat dari Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo. Dalam pertemuan strategis bersama Catholic Relief Services (CRS).

Wali Kota menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan untuk memperkuat daya tahan lingkungan dan masyarakat dari ancaman perubahan iklim, sekaligus menjawab persoalan krusial: sampah dan risiko bencana.

“Kita siap mendukung semua kegiatan CRS yang memperkuat kapasitas masyarakat dan pemerintah. Ini sejalan dengan prioritas pembangunan Kota Kupang yang lebih adaptif dan berkelanjutan.”

Hal ini disampaikan saat menerima audiensi dari tim CRS di Ruang Kerja Wali Kota Kupang, Senin (15/7/2025). Turut hadir dalam pertemuan ini, Meal Officer – CAPACities Project – CRS, Amy Benusu, Kepala Bappeda Kota Kupang Djija Kadiwanu, Kabid Fisik dan Prasarana Yohanes Ahas, Kabid Pencegahan dan Kabid Lingkungan Hidup DLHK Kota Kupang, Hijayaz Mode.

Walikota Christian Widodo dalam kesempatan itu menerangkan Kegiatan-kegiatan CRS sejalan dengan prioritas kota dalam membangun ketangguhan terhadap krisis iklim, dan memperkuat pengelolaan lingkungan. “ Mari kita lanjutkan kerja sama ini dengan semangat kolaboratif sebagai upaya pengurangan risiko bencana serta penanganan sampah.

Langkah Walikota Christian menggandeng CRS menunjukkan bahwa Kupang konsisten menghadapi perubahan iklim. Ia ingin menjadikan Kupang sebagai contoh kota menengah di Indonesia yang responsif, inovatif, dan kolaboratif dalam menghadapi tantangan lingkungan masa depan.

“Kolaborasi dengan CRS adalah langkah strategis. Kita butuh pendekatan lintas sektor dan lintas aktor untuk mewujudkan kota yang tangguh dan sehat,” tegas Christian.

Audiensi tersebut membahas program CAPACities Project, salah satu inisiatif CRS yang telah berjalan di Kota Kupang sejak 2023 hingga 2028, dengan fokus pada adaptasi perubahan iklim dan penguatan forum pengurangan risiko bencana di tingkat kelurahan.

Ireen Nailopo, Project Officer CRS, menjelaskan bahwa di Kelurahan Alak, CRS bersama masyarakat telah membentuk forum PRBMAPI (Pengurangan Risiko Bencana, Mitigasi, dan Adaptasi Perubahan Iklim), yang kini aktif melakukan edukasi iklim dan pengelolaan sampah. Salah satu capaian nyatanya adalah terbentuknya unit bank sampah yang berhasil mengurangi sekitar 1.500 kg sampah hanya dalam beberapa bulan terakhir.
“Forum ini kami harapkan menjadi model replikasi di kelurahan lain, sebagai basis perencanaan adaptif berbasis komunitas,” terang Ireen.

CRS juga berencana menggelar Rencana Kerja Tahunan (RKT) bersama lintas perangkat daerah pada akhir Juli atau awal Agustus mendatang. Wali Kota menyatakan kesiapannya untuk hadir dan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut.

About The Author