RDP Komisi V DPRD NTT Memanas, Agus Bria Seran Desak Dinas Pendidikan Tertibkan Data Guru dan Bangun Ruang Belajar SMKN Lamaknen Selatan
Kupang, SonafNTT-News.com Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi V DPRD NTT dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT berlangsung panas. Anggota DPRD NTT, Agustinus Bria Seran, dengan tegas menyoroti kondisi memprihatinkan di SMKN Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, yang hingga kini masih kekurangan ruang kelas dan bahkan terpaksa menumpang di bangunan sekolah dasar.
“Ini ironis, Sudah bertahun-tahun SMK negeri berdiri, tapi masih menumpang di SD. Hanya tiga ruang kelas, dan itu pun belum memadai. Pemerintah tidak bisa terus menutup mata,” tegas Agus Bria dalam rapat yang digelar di ruang Komisi V DPRD NTT, Selasa (4/11/2025).
Politisi Partai Gerindra itu juga mengungkap fakta lain yang tak kalah serius. Menurutnya, banyak guru dan tenaga kependidikan di SMKN Lamaknen Selatan yang sudah lama mengabdi, namun belum terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Akibatnya, mereka tidak bisa mengikuti seleksi penerimaan pegawai dan kehilangan hak administrasi sebagai tenaga pendidik resmi.
“Bayangkan, mereka sudah mengajar bertahun-tahun, tetapi tidak diakui sistem. Ini ketidakadilan yang harus segera diperbaiki oleh Dinas Pendidikan,” tegas Agus Bria Seran
Selain mendesak penertiban data guru, Agus Bria juga meminta agar Dinas Pendidikan mengembalikan penempatan tenaga pendidik dan kependidikan ke daerah asal sesuai ketentuan. Langkah ini, menurutnya, penting untuk menjamin pemerataan tenaga pengajar di seluruh wilayah NTT, terutama di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
“Jangan sampai sekolah-sekolah di perbatasan terus kekurangan guru, sementara di kota malah menumpuk. Semua harus diatur dengan adil dan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan,” tandasnya.
RDP yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT itu berjalan cukup tegang. Sejumlah anggota dewan turut menimpali, meminta dinas untuk segera turun ke lapangan melakukan verifikasi data dan mempercepat pembangunan ruang belajar permanen bagi SMKN Lamaknen Selatan.
sorotan Agus Bria Seran mencerminkan suara keprihatinan masyarakat perbatasan yang selama ini merasa terpinggirkan dalam pelayanan pendidikan. Banyak warga berharap, pernyataan keras di ruang dewan tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan.
