Tinjau Proyek Aeramo–Kaburea, Ketua Komisi IV DPRD NTT Ultimatum Pemprov: “Harus Segera Rampung “
Kupang, SonafNTT-News.com. Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Patris Lali Wolo, turun langsung ke lapangan untuk meninjau pekerjaan konstruksi pada ruas jalan provinsi Aeramo–Kaburea, Minggu (1/12). Peninjauan ini dilakukan di titik Kaburea–Raterunu, lokasi yang selama bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat karena kerusakan berat dan minimnya akses.
Di tengah kondisi jalan yang masih dalam tahap pengerjaan, Patris memberikan ultimatum tegas kepada Pemerintah Provinsi NTT. Ia menegaskan bahwa ruas strategis ini harus segera dituntaskan dan tidak boleh lagi mengalami keterlambatan.
“Saya meminta kepada Dinas PUPR NTT agar ruas Aeramo–Kaburea ini wajib diselesaikan. Masyarakat Nagekeo dan Ende sangat membutuhkan akses ini karena merupakan urat nadi ekonomi,” tegas Patris di hadapan warga dan aparat setempat.
Dalam sidak tersebut, Patris memastikan bahwa pekerjaan hotmix, pembangunan duiker, dan tembok penyangga berjalan sesuai spesifikasi. Ia menegaskan bahwa kualitas tidak boleh dikompromikan, mengingat proyek ini dibiayai dari pajak rakyat.
Berdasarkan data Dinas PUPR NTT, penanganan long segment Aeramo–Kaburea dilaksanakan lewat kontrak senilai Rp1,267 miliar, bersumber dari APBD 2025. Target pengerjaan efektif adalah 400 meter dengan produk akhir berupa lapisan AC-WC, sementara masa kerja ditetapkan 44 hari kalender.
Dalam kunjungan itu, Patris didampingi anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Nagekeo dari dapil Wolowae. Rombongan juga bertemu Camat Wolowae, perangkat Desa Tenda Kinde, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Patris mengingatkan bahwa seluruh pekerjaan ini bersumber dari pajak masyarakat. Karena itu, ia meminta pengawasan publik terus diperkuat agar hasil pekerjaan benar-benar berkualitas, tepat waktu, dan membawa manfaat jangka panjang.
Sementara warga menyampaikan harapan besar agar akses tersebut segera dibenahi. Jalan ini merupakan jalur vital yang menghubungkan Nagekeo dan Ende, menjadi penggerak utama arus barang, jasa, dan mobilitas masyarakat.
