Cuaca Ekstrem Hantui NTT: PDI Perjuangan Kerahkan Struktur hingga Desa, Lili Adu Pimpin Peringatan Dini
Kupang, SonafNTT-News.com. Nusa Tenggara Timur kembali berada dalam bayang-bayang cuaca ekstrem. Langit gelap yang menggantung sejak awal Desember bukan lagi tanda musim hujan biasa, melainkan isyarat anomali cuaca yang kian jauh dari kewajaran. Di tengah situasi ini, Lili Adu, Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPD PDI Perjuangan NTT, mengambil langkah cepat dengan mengeluarkan peringatan dini dan menggerakkan seluruh struktur partai hingga tingkat desa.
Peringatan itu disampaikan Elisabeth Liliana Adu kepada awak media pada Senin (8/12/2025) sebagai bentuk keprihatinan sekaligus tanggung jawab moral terhadap keselamatan masyarakat NTT.
Menurut Lili Adu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk periode 8–14 Desember. Sirkulasi siklonik di Laut Banda diprediksi memicu:Hujan intensitas sedang hingga lebat, Petir dan angin kencang, Potensi banjir dan genangan, dan Gelombang tinggi di wilayah perairan selatan.
Kondisi ini akan melanda hampir seluruh wilayah NTT tanpa pengecualian.
“Situasinya bukan biasa. Kita menghadapi pola cuaca yang berubah cepat dan berpotensi membahayakan banyak pihak,” ujar Lili.
Dalam penjelasannya, Anggota DPRD NTT Lili Adu menekankan bahwa tantangan NTT bukan sekadar hujan lebat. Ada ancaman turunan yang selama ini sering luput dari perhatian publik. Selain itu, ia menyampaikan beberapa poin penting untuk menjadi perhatian bersama, di antaranya :
1. Banjir Lahar Hujan di Gunung Lewotobi, Flores Timur.
Material vulkanik yang tersisa pasca-aktivitas gunung berpotensi terseret hujan deras, mengancam kampung-kampung di lereng.
2. Gelombang Tinggi di Samudra Hindia Selatan NTT
Ketinggian gelombang dapat mengganggu jalur pelayaran nelayan, transportasi laut antar pulau, dan mengancam permukiman pesisir.
3. Angin Kencang dan Badai Ekstrem Sepanjang Pantai
Permukiman di garis pantai menjadi titik yang paling rentan terhadap badai mendadak.
4. Longsor di Wilayah Berbukit dan Pegunungan
Hujan berkepanjangan berpotensi melemahkan struktur tanah, menyebabkan longsor yang kerap merusak permukiman.
Ia lanjut menyampaikan bahwa, sebagai langkah nyata, PDI Perjuangan NTT menginstruksikan struktur partai di kabupaten/kota, PAC, ranting hingga anak ranting untuk: memantau titik rawan banjir dan longsor, membantu penyebaran informasi resmi dari BMKG,menyiapkan relawan siaga, dan dan mengkoordinasikan jalur evakuasi jika terjadi keadaan darurat.
Upaya ini diselaraskan dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI-Polri, dan kelompok-kelompok relawan setempat untuk mempercepat respon bencana.
Lili Adu menekankan bahwa yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan rasa takut, melainkan kesiapsiagaan berbasis informasi yang benar.
“Mari bersikap siaga, rasional dalam meneruskan informasi, dan utamakan keselamatan. Bukan cemas berlebihan, tetapi tetap waspada,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi alam memang berubah, tetapi kesiapsiagaan manusia tidak boleh melemah. “Alam mungkin berubah, tetapi kesiapsiagaan manusia harus tetap tegak.”
