Pendidikan

Ambrosius Kodo Dorong “One School, One Product”, Sekolah NTT Diminta Jadi Pusat Produksi

Kupang, SonafNTT-News.com. Dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur kembali mendapat arah baru. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., menegaskan komitmennya mendorong program strategis

“One School, One Product”, sebuah gerakan yang menempatkan sekolah bukan hanya sebagai pusat belajar, tetapi juga sebagai ruang produksi berbasis potensi lokal.

Program ini menjadi bagian dari agenda besar di bawah kepemimpinan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma, yang menekankan pentingnya kemandirian, kreativitas, dan kebermanfaatan sekolah bagi lingkungan sekitarnya. Melalui skema ini, setiap sekolah didorong untuk mengenali, mengolah, dan mengembangkan potensi yang dimiliki sesuai karakter wilayahnya.

“Kesadaran terhadap potensi lokal harus dibangun dari sekolah. Guru dan peserta didik bersama-sama mendiskusikan dan merumuskan apa yang bisa dilakukan dengan memaksimalkan sumber daya yang ada,” ujar Ambrosius Kodo saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/1/2026).

Ia mencontohkan pemanfaatan lahan kosong di lingkungan sekolah sebagai langkah nyata yang bisa segera dilakukan, terutama pada musim hujan. Lahan tersebut dapat ditanami tanaman produktif yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan sekolah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi peserta didik.

Lebih dari sekadar aktivitas ekonomi, Ambrosius menegaskan bahwa program One School, One Product juga memiliki dimensi literasi dan pendidikan karakter. Peserta didik diajak memahami bahwa sekolah harus memberi manfaat bagi orang lain, membangun rasa tanggung jawab sosial, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.
“Sekolah itu bukan hanya tempat menerima ilmu, tetapi juga harus hadir dan berguna bagi lingkungan sekitarnya,” pungkasnya.

Dengan pendekatan kolaboratif antara sekolah, peserta didik, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu melahirkan sekolah-sekolah yang produktif, kreatif, dan mandiri. Ia menegaskan langkahnya menuju pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dan membangun karakter generasi masa depan.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *