Politik

Menuju Musda Golkar Belu, Saatnya Figur Baru Kembalikan Kejayaan Partai

Atambua, SonafNTT-News.com.Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Belu akan segera digelar di tahun Awal Mei 2026. Musda ini merupakan salah satu momen untuk pemilihan pengurus baru, perumusan kebijakan organisasi, konsolidasi internal serta evaluasi kinerja kepemimpinan partai di tingkat DPD II Partai Golkar.

Apalagi, kepengurusan Partai Golkar Belu di bawah kepemimpinan Yohanes Jefri Nahak alias Epy Nahak sudah lebih dari dua periode atau lebih dari 10 tahun sehingga membutuhkan figur baru yang lebih baik kedepannya.

Untuk kepentingan tersebut, pengurus DPD II Partai Golkar Belu menggelar pra musda pada Rabu (22/4/2026). Pra Musda Partai Golkar itu dihadiri seluruh pengurus Koordinator Kecamatan (Korcam), perwakilan dari DPD I Golkar NTT, juga para pengurus DPD II serta Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Belu.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan DPD I Partai Golkar NTT, Agustinus Mera Nahak kepada media, Kamis (23/4/2026) mengatakan, dinamika dan aspirasi yang berkembang dalam pra musda harus dilihat sebagai sebuah semangat baru untuk konsolidasi mengembalikan kejayaan partai Golkar di Belu.

Menurutnya, siapapun yang nantinya terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Belu periode 2026-2031 harus fokus konsolidasi mengembalikan kejayaan partai karena fakta hari ini, Golkar Belu sedang mengalami kemunduran.

“Buat saya, siapapun ketua di Belu tidak ada masalah. Karena tugas utama ketua adalah konsolidasikan partai sampai tingkat desa atau kelurahan,” tegasnya.

Agustinus yang juga Anggota DPRD NTT periode 2024-2029 ini menegaskan, Golkar adalah partai kader dan harus selalu tunduk dan taat pada regulasi, AD/ART, Juknis dan Juklak Partai Golkar.

“Golkar sebagai partai kader tidak boleh tergantung pada salah satu figur saja. Untuk itu saya mengajak kader golkar di Belu untuk mengembalikan kejayaan Golkar di Belu seperti di Malaka yang Bupati dan Ketua DPRDnya sama-sama dari Golkar dan di TTU yang Ketua DPRDnya dari Partai Golkar,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Partai Golkar Belu di masa kepemimpinan Epy Nahak sejak 2014-2019 dan 2019-2024 mengalami kemunduran. Pada Pemilu 2019, Partai Golkar meraih 4 kursi yang berhasil merebut kursi Wakil Ketua. Namun di Pemilu 2024, Golkar hanya meraih tiga kursi dan Epy Nahak harus merelakan kursi wakil ketua DPRD Belu. Nasib apes masih terus berlangsung hingga Pilkada Belu 2024.

Pada Pilkada Belu, Golkar mengusung calon petahana namun kembali gagal memenangkan pertarungan dalam pilkada.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *