Rayakan 140 Tahun dan 30 Tahun Sebagai Otonomi Daerah, Wali Kota: Harmoni Jadi Kekuatan Kota Miniatur NTT
Kota Kupang, SonafNTT-News.com. Suasana penuh warna dan semangat persatuan menyelimuti perayaan Hari Ulang Tahun ke-140 Kota Kupang sekaligus 30 tahun sebagai daerah otonom.
Perayaan yang dikemas dalam balutan karnaval budaya ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga panggung besar untuk menegaskan identitas Kupang sebagai kota yang kaya akan keberagaman.
Wali Kota Kupang, Christian Widodo, dalam sambutannya menegaskan bahwa Kupang adalah miniatur Nusa Tenggara Timur. Berbagai suku, etnis, dan agama hidup berdampingan selama puluhan tahun dalam harmoni (keseimbangan) yang terjaga.
Perayaan 140 tahun Kota Kupang dan 30 tahun otonomi daerah ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan identitas. Bahwa di tengah perbedaan, Kota Kupang berdiri teguh sebagai kota yang menjunjung tinggi keseimbangan, toleransi, dan persatuan—sebuah wajah Indonesia dalam skala lokal yang patut dijaga dan diwariskan.
“ Mari kita rayakan bersama melalui harmoni dan ini pertama kali dalam sejarah sejak Kota Kupang ada.Mari kita belajar dari kota-kota besar karena mereka sudah memiliki parade-parade Budaya yang besar” ujar Walikota Kupang saat membuka Karnaval Budaya di Bundaran Tirosa, sabtu 25/4/2026
Lebih lanjut ia menyampaikan, mendapatkan masukan dari pihak untuk mencari wadah yang cocok menampilkan berbagai tarian dan bisa disaksikan oleh masyarakat Kota Kupang dan kiranya tempat ini menjadi warisan untuk anak-anak kita kedepan.”Kegiatan ini akan digelar setiap Tahun untuk membangkitkan animo masyarakat tentang pentingnya merawat dan melestarikan Budaya” ujarnya
Menurutnya, kegiatan Karnaval Budaya Tahun ini di ikuti 52 Komunitas Etnik dari berbagai daerah lingkup Kota Kupang dan saya optimis tahun 2027 kegiatan Karnaval Budaya akan lebih rame lagi dan mimpi pemerintah ke depan menghadirkan daerah lain untuk menyaksikan event Budaya.
“ Melalui kegiatan ini juga memacu pertumbuhan bagi industri ekonomi kreatif mulai dari mek up, sewa baju adat, jual kain tenun bahkan UMKM. Selain itu, tadi Bapak Gubernur NTT telepon akan hadir menyaksikan sejarah pertama kali dilakukan Karnaval Budaya dalam momentum merayakan Kota Kupang ke-140 berdiri dan Ulang Tahun Kota Kupang ke-30 sebagai Daerah Otonom.Bapak Gubernur juga akan hadir bersama Bapak Menteri Koperasi “ ujarnya
Walikota Christian menegaskan, Hari ini kita merayakan 140 Tahun Kota Kupang berdiri dan 30 Tahun menjadi daerah sebagai daerah Otonom.” 140 Tahun silam tentu menyimpan banyak cerita sukses, banyak tantangan, banyak Hambatan dan tentu juga ada banyak harapan bagi kita semua oleh karena itu momentum Hari ini kita merayakan sebuah Perjalanan Panjang mengenai pengorbanan, keringat, air mata dan kesabaran yang tiada tak henti tentang pentingnya membangun kebersamaan, untuk itu sebagai kepala daerah mana menyampaikan limpah terima kasih dan apresiasi yang tinggi untuk seluruh masyarakat Kota Kupang dengan caranya masing-masing membangun Kota Kupang.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kupang baru menerima penghargaan Strategic leadership dan penilaian Objektif tersebut dari Mendagri, Ombudsman dan Metro TV dan di Lihat dari 3 indikator yakni tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka dan indeks Pembangunan Manusia.
“Ini indikator penting yang menggambarkan Kota kita dan Kota Kupang menjadi terbaik dari seluruh kota di Indonesia, yang bertumbuh. Penghargaan ini juga berkat dukungan dan Kerjasama serta doa dari Bapak/Mama/Saudara/i semua.
Walikota Christian dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa hari kita semua merayakan Otonomi daerah ke 30.Otonomi bagi saya adalah menghadirkan kebijakan yang berpihak terhadap rakyat oleh karena itu mari kita terus memegang moto sesuai janji sejak awal yakni memerintah adalah melayani .
“ Mari Kita jaga Kota Kupang bersama dengan baik sesuai tugas dan peran masing-masing agar kedepan daerah ini semakin maju” pungkasnya
Pantauan media, Karnaval budaya yang menjadi pusat perayaan menghadirkan ragam atraksi tradisional, pakaian adat, hingga pertunjukan seni dari berbagai komunitas. Momen ini memperlihatkan bagaimana perbedaan justru menjadi kekuatan yang menyatukan. Ribuan warga turun ke jalan, menciptakan atmosfer meriah yang menggambarkan kebanggaan terhadap sejarah panjang kota sekaligus optimisme menuju masa depan.Turut hadir Wakil Walikota Kupang, 52 Kelompok Etnik Budaya dari berbagai daerah, Pejabat lingkup Kota Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Anggota DPRD NTT Muhammad ansor, Komisaris PT.Taspen Farry Francis Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Kupang, Pimpinan Instansi wilayah Kota Kupang, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pihak Perbankan dan Kelompok Milenial
