daerah

Atasi Genangan Air, PUPR Kota Kupang Mulai Rehabilitasi Drainase di Dua Lokasi Strategis

Kupang, SonafNTT-News.com. Pemerintah Kota Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur daerah, khususnya penanganan persoalan genangan air dan banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkot Kupang pada Tahun Anggaran 2026 mulai melaksanakan pekerjaan rehabilitasi drainase di dua lokasi strategis, yakni Kelurahan Airmata dan Jalan Fetor Funay yang berada di wilayah Kolhua dan Oepura.

Kepala Dinas PUPR Kota Kupang melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Cipta Karya Drainase, Daniel Peo Gambe, saat ditemui awak media, Kamis (21/5/2026), di ruang kerjanya menjelaskan bahwa proyek rehabilitasi drainase tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai anggaran sebesar Rp 290.000.000.

“Untuk saat ini hanya satu paket pekerjaan. Kalau pada perubahan anggaran ada penambahan, tentu akan kami sampaikan,” ujarnya.

Menurut Daniel, rehabilitasi drainase ini menjadi langkah penting pemerintah dalam mengembalikan fungsi saluran air yang selama ini mengalami kerusakan maupun penurunan kapasitas. Kondisi tersebut kerap memicu genangan air saat hujan deras turun, bahkan berdampak pada kerusakan jalan dan lingkungan permukiman warga.

Pekerjaan rehabilitasi ini diharapkan mampu memperlancar aliran air hujan sehingga dapat meminimalisir potensi banjir di kawasan rawan genangan. Selain itu, keberadaan drainase yang berfungsi optimal juga diyakini mampu menjaga ketahanan infrastruktur jalan serta bangunan di sekitarnya dari ancaman erosi dan kerusakan akibat air tergenang dalam waktu lama.

Daniel menegaskan bahwa tujuan utama rehabilitasi drainase bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan upaya nyata pemerintah dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

“Tujuan utama dari rehabilitasi drainase adalah mengembalikan fungsi saluran air yang rusak atau tidak optimal sehingga aliran air dapat terkendali,” tegasnya.

About The Author