daerah

Jane Natalia Suryanto Dorong Pemberdayaan Ekonomi Warga Lewat Panen Tomat 2,4 Ton di Belu

Atambua, SonafNTT-News.com. Kabupaten Belu menjadi perhatian publik setelah keberhasilan panen tomat mencapai 2,4 ton dari Kebun Jane yang dikelola melalui pola pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program yang digagas Jane Natalia Suryanto ini dinilai berhasil menghadirkan harapan baru bagi warga dalam memperkuat ekonomi keluarga sekaligus mendorong kemandirian pangan lokal.

Panen yang berlangsung pada Jumat (22/5/2026) tersebut tidak hanya menunjukkan keberhasilan sektor pertanian, tetapi juga membuktikan bahwa pendekatan gotong royong mampu menciptakan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Di tengah tantangan ekonomi yang dirasakan banyak warga, langkah ini dianggap sebagai contoh konkret pemberdayaan berbasis kerakyatan.

Dalam keterangannya, Jane Natalia Suryanto menjelaskan bahwa pengelolaan kebun dilakukan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sekitar. Menurutnya, pembangunan ekonomi dapat dimulai dari sektor sederhana yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat.

“Kebun Jane polanya gotong royong dengan melibatkan partisipasi masyarakat guna membangun ekonomi keluarga dari hal-hal sederhana,” ungkapnya.

Program kebun tomat tersebut membuka peluang kerja bagi warga mulai dari proses pembibitan, perawatan tanaman, hingga panen. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai teknik budidaya pertanian dan pengelolaan usaha berbasis hasil pertanian.

Keberhasilan panen 2,4 ton tomat menjadi bukti bahwa pertanian lokal masih memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa. Bahkan, hasil panen tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah seperti saus tomat, pasta, hingga produk UMKM rumah tangga.

Jane Natalia Suryanto juga menekankan bahwa program pemberdayaan ini memiliki manfaat ganda, yakni meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Menurutnya, masyarakat perlu didorong agar mampu memproduksi kebutuhan pangan secara mandiri tanpa ketergantungan penuh pada pasokan dari luar daerah.

Selain itu, sebagian hasil panen juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan sehat masyarakat rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa program pertanian yang dijalankan tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memiliki nilai sosial dan kemanusiaan.

Sementara salah satu warga Belu mengaku bahwa Keberhasilan panen tomat ini pun menarik perhatian publik karena dianggap sebagai contoh nyata pembangunan ekonomi berbasis masyarakat. Banyak pihak menilai pola pemberdayaan seperti ini mampu menjadi solusi dalam mengurangi pengangguran, meningkatkan kesejahteraan warga, serta menciptakan kemandirian ekonomi daerah.

 

 

“Melalui  semangat gotong royong dan pemberdayaan rakyat kecil, Jane Natalia Suryanto menghadirkan pesan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana di sektor pertanian” ujarnya (SN).

About The Author