Olahraga

Berangkat Pakai Dana Pribadi, 7 Petinju Perbati, 6 Atlet NTT Ukir Prestasi Gemilang di Final Piala Gubernur Lampung

Kupang, SonafNTT-News.com. Dunia olahraga nasional kembali dibuat kagum dengan perjuangan luar biasa atlet-atlet muda asal Nusa Tenggara Timur. Di tengah keterbatasan fasilitas dan minim dukungan anggaran, tujuh petinju binaan Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) tampil mengejutkan pada ajang Piala Gubernur Lampung. Dari tujuh petinju yang turun bertanding, enam atlet asal NTT berhasil menembus partai final dan menjadi perhatian publik olahraga nasional.

Perjuangan tujuh atlet tinju binaan Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) asal Nusa Tenggara Timur kini menjadi Perhatian publik. Di tengah keterbatasan fasilitas dan minim dukungan anggaran, enam petinju muda asal Flobamora justru berhasil mengukir prestasi gemilang dengan menembus partai final ajang Piala Gubernur Lampung.

Salah satu Pemerhati Petinju NTT saat ditemui wartawan, sabtu 23/6/2026 menjelaskan bahwa nama-nama yang masuk partai Final Piala Gubernur Lampung yakni  Valentino Ketong, Ivande Puay, Calvin Lomy, Rehan Dima, Fery Banoet, dan Dimas Bandi. Keenamnya sukses membawa nama harum NTT di ajang nasional yang berlangsung di Lampung.

Namun dibalik pencapaian membanggakan itu, tersimpan kisah perjuangan yang mengundang simpati banyak pihak. Para atlet bersama tim pelatih harus menempuh perjalanan panjang selama lima hari dari Kupang menuju Lampung menggunakan berbagai roda transportasi.

Mereka memulai perjalanan dengan Kapal Dharma Kartika V menuju Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api dari Surabaya ke Jakarta, dan akhirnya naik bus menuju Lampung. Perjalanan melelahkan itu dijalani dengan penuh semangat demi satu tujuan: mengharumkan nama Flobamora di pentas nasional.

 

  1. (Tim Perbati NTT  saat berangkat ke le Lampung  menggunakan     Kapal  Dharma Kartika Lima )

 

 

Para atlet juga didampingi tiga pelatih yakni Lief Ballo, Monce Penu, dan Zakarias Tulle yang terus memberikan motivasi dan pendampingan selama perjalanan hingga pertandingan berlangsung.

Yang paling menyita perhatian publik adalah fakta bahwa keberangkatan para atlet dan pelatih dilakukan menggunakan dana pribadi masing-masing sasana. Dukungan datang dari Timor Abadi Perkasa Boxing Camp (TAPBC), Hermensen Ballo Boxing Camp (HHBC), dan PETRA Boxing Camp (PBC).

Meski dengan segala keterbatasan, semangat juang para petinju NTT tidak surut. Mereka tampil penuh percaya diri dan berhasil menunjukkan kualitas tinju NTT di hadapan publik nasional.

 

Salah satu pemerhati tinju NTT menyebut perjuangan para atlet ini sebagai bukti bahwa anak-anak muda NTT memiliki potensi besar untuk bersaing di level nasional bahkan internasional jika mendapat perhatian dan dukungan serius.

Ia juga menjelaskan bahwa Pengurus Besar Tinju Indonesia diakui secara resmi dari International Olympic Committee, Komite Olimpiade Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, World Boxing, dan Asia Boxing, serta mempersiapkan atlet menuju SEA Games, Asian Games hingga Olympic Games.

 

“Hari ini final akan disiarkan langsung melalui Channel Laskar Boxing Lampung dan kami optimistis membawa pulang medali emas,” ujar Pemerhati Petinju NTT yang cukup memiliki andil membawa para atlet Tinju sampai Lampung.

 

Ia menegaskan, Prestasi ini pun memunculkan harapan besar agar Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang dapat memberikan perhatian lebih kepada para atlet tinju daerah. Sebab, di tengah segala keterbatasan, mereka telah membuktikan mampu mengharumkan nama NTT di tingkat nasional.

About The Author