BPJN NTT Catat Progres Positif, Jalan Oepoli–Napan Capai 60 Persen dan Jembatan Lelone Terus Dikebut
TTU,SonafNTT-News.com.Upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste menunjukkan hasil menggembirakan. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur mencatat capaian progres yang melampaui target pada dua proyek strategis yang tengah dikerjakan di wilayah perbatasan sektor barat Pulau Timor.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 BPJN NTT, Dirmala, ST, menyampaikan bahwa hingga akhir Mei 2026, pekerjaan Preservasi Jalan Oepoli–Saenam–Napan dan Sp. Amol–Manamas–Wini serta Penggantian Jembatan Lelone menunjukkan perkembangan yang sangat positif
Dirmala menjelaskan bahwa untuk paket Preservasi Jalan Oepoli–Saenam–Napan dan Sp. Amol–Manamas–Wini yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp14,2 miliar, progres fisik pekerjaan telah mencapai 60 persen. Angka tersebut jauh melampaui target rencana yang baru berada pada kisaran 9,93 persen sehingga mencatat deviasi positif yang signifikan.
(Nampak ruas Jalan Manamas-Wini sedang di Kerjakan, dok.istimewa,11/6/2026)
Lebih lanjut dijelaskan, Capaian ini menjadi kabar baik bagi masyarakat di kawasan perbatasan. Jalan nasional yang lebih mantap akan membuka keterisolasian wilayah, memperlancar konektivitas antardaerah, serta mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Selain meningkatkan akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pusat pelayanan publik lainnya, proyek ini juga diyakini akan menekan biaya transportasi dan logistik. Dampaknya, peluang tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru di wilayah perbatasan semakin terbuka sehingga dapat mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, proyek Penggantian Jembatan Lelone yang dialokasikan anggaran sebesar Rp5,2 miliar juga terus dikebut. Hingga saat ini progres fisik pekerjaan telah mencapai 45 persen, melampaui target rencana sebesar 24,20 persen dan mencatat deviasi positif.
Menurut Dirmala, capaian tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga kemantapan infrastruktur jalan nasional sekaligus mempercepat pembangunan di kawasan perbatasan negara.
“Pembangunan infrastruktur perbatasan bukan sekadar membangun jalan dan jembatan, tetapi juga membuka akses ekonomi, meningkatkan pelayanan publik, serta memperkuat kehadiran negara di wilayah terdepan Indonesia,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).
Dirmala menegaskan bahwa, BPJN NTT optimistis kedua proyek strategis tersebut dapat diselesaikan sesuai standar mutu dan jadwal yang telah ditetapkan. Dengan demikian, manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat, khususnya warga yang bermukim di sepanjang koridor perbatasan Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Belu.
Ia juga menyampaikan Keberhasilan percepatan pekerjaan ini berkat sama yang baik semua pihak dan menjadi sinyal positif bahwa pembangunan infrastruktur di NTT terus bergerak maju, sekaligus memperkuat konektivitas dan daya saing kawasan perbatasan sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

